Suarapantura.com - Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, melangkah ke panggung nasional. Desa pesisir itu kini mewakili Jawa Tengah dalam Lomba Desa Tingkat Nasional 2026, setelah sebelumnya meraih juara pertama pada lomba serupa di tingkat provinsi.
Tahapan terbaru dalam perjalanan itu berlangsung pada Senin, 2 November 2026. Tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan klarifikasi lapangan di Balai Desa Tegalsambi sebagai bagian dari proses penilaian tingkat nasional.
Dalam kunjungan tersebut, tim penilai melihat langsung capaian pembangunan desa, inovasi pelayanan publik, serta pemberdayaan masyarakat yang selama ini dikembangkan Tegalsambi. Penilaian tidak berhenti pada kelengkapan berkas.
Tim penilai Kemendagri, M. Rahayuningsih dan Betty Stevera Masihin, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Tegalsambi melaju ke tingkat nasional. Menurut mereka, keikutsertaan desa itu merupakan bentuk apresiasi atas perkembangan yang dicapai, dengan penekanan pada inovasi, kualitas pelayanan publik, partisipasi warga, dan manfaat program pembangunan bagi masyarakat.
Aspek yang dinilai mencakup tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan, pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan potensi unggulan desa. Rangkaian itu menjadi gambaran menyeluruh tentang bagaimana sebuah desa dikelola dan dikembangkan.
Prestasi Tegalsambi di tingkat provinsi tercatat dalam Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/239 Tahun 2026. Dalam keputusan tertanggal 23 Juli 2026 itu, Tegalsambi meraih juara pertama kategori desa dengan nilai 481, mengungguli Desa Dukuhwaringi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, yang meraih 464 poin, serta Desa Mandong, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, dengan 439 poin.
Petinggi Desa Tegalsambi, Agus Santoso, bersama perangkat desa dan berbagai unsur masyarakat terus memperkuat persiapan menghadapi penilaian nasional. Kesiapan itu melibatkan Badan Permusyawaratan Desa, TP PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa, Karang Taruna, kader kesehatan, kelompok tani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga tokoh masyarakat.
Ia menyebut keberhasilan melaju ke tingkat nasional sebagai hasil kerja bersama. Karena itu, ia berharap kebersamaan tersebut terjaga dan memohon doa serta dukungan masyarakat agar Tegalsambi dapat memberikan hasil terbaik dan membawa nama harum Jepara serta Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara, Muh Ali, mengatakan pembinaan desa merupakan komitmen Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta jajarannya untuk memperkuat pembangunan dari tingkat desa. Menurut dia, lomba desa bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan juga cermin kemajuan desa dan bahan menentukan langkah pembinaan berikutnya.
Tegalsambi sendiri mengembangkan sejumlah potensi, mulai dari UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tegal Makmur, destinasi wisata desa, digitalisasi pelayanan, hingga pelestarian budaya lokal. Potensi unggulannya meliputi wisata budaya tradisi Perang Obor, wisata bahari Pantai Tegalsambi, wisata edukasi mengukir dan membatik, kuliner ikan bakar dan makanan tradisional, peternakan kelinci, serta produksi pupuk cair Biosaka.
Catatan prestasi desa ini juga sudah panjang. Tegalsambi pernah meraih juara ketiga Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2024, menyandang predikat Desa Digital pada 2024, dan menjadi salah satu dari 20 desa rintisan antikorupsi di Jepara pada 2023.
Hasil penilaian tingkat nasional sendiri belum diumumkan. Hingga proses klarifikasi lapangan selesai, Tegalsambi masih menunggu tahapan penilaian berikutnya.
Sumber: HaloJepara, Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/239 Tahun 2026.