Suarapantura.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengantongi komitmen investasi senilai sekitar Rp9,7 triliun dari sejumlah perusahaan asing. Komitmen itu diperoleh dari rangkaian promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi di Vietnam, yang sekaligus menjajaki kerja sama sister province dengan Provinsi Quang Ninh.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan kabar tersebut di Semarang pada Senin, 2 November 2026. Menurut dia, nilai investasi itu menjadi sinyal kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Tengah, mulai dari kondusivitas daerah, kemudahan perizinan, kesiapan infrastruktur, hingga ketersediaan sumber daya manusia yang kompetitif.
Luthfi mengakui nilai sebesar itu tidak mudah diperoleh dalam waktu singkat. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan ikut menjaga Jawa Tengah sebagai tujuan investasi agar komitmen yang sudah dijajaki dapat terealisasi.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menjelaskan tim Pemprov Jateng mengikuti agenda yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Vietnam. Selain mempromosikan potensi daerah, tim tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis dan menandatangani kesepakatan bisnis.
Dari rangkaian pertemuan itu, sejumlah perusahaan menyampaikan komitmen melalui nota kesepahaman maupun surat pernyataan minat. Rencana investasi terbesar datang dari perusahaan garmen berskala besar dengan nilai sekitar Rp4,6 triliun, yang ditargetkan memulai pembangunan pada Desember 2026.
Selanjutnya, perusahaan asal Vietnam yang bergerak di bidang sepatu, tas kulit, dan minyak wangi berencana memperluas usahanya di Jawa Tengah. Perusahaan yang sebelumnya telah beroperasi di Jepara itu menjajaki ekspansi ke daerah lain dengan nilai investasi sekitar Rp2,9 triliun.
Adapun perusahaan asal Tiongkok berencana merelokasi usahanya ke Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar Rp2,17 triliun. Urip menegaskan tahapan realisasi tiap proyek berbeda, karena sebagian sudah menandatangani kontrak sementara sebagian lainnya masih berupa pernyataan minat.
Selain menjajaki investasi, Pemprov Jateng juga berencana mereplikasi pola pengembangan kawasan industri yang diterapkan Vietnam. Pola itu menempatkan pemerintah sebagai pengawal sejak awal, mulai dari penyiapan lahan, infrastruktur awal, perizinan, hingga rantai pasok bahan baku dan kesiapan tenaga kerja.
Dari 12 daerah yang telah mengajukan kawasan industri baru, Pemprov Jateng akan mengkaji tiga hingga empat lokasi untuk menerapkan pola tersebut, salah satunya Brebes. Realisasi proyek akan menjadi penentu sejauh mana komitmen ini mampu membuka kesempatan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.
Sumber: ZonaPasar.com dan Espos.id.