Suarapantura.com - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY mempercepat pekerjaan preservasi dan perbaikan jalan nasional di Jalur Pantura Batang hingga Pekalongan. Percepatan ini dilakukan menjelang meningkatnya pergerakan kendaraan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027.
Jalur Pantura Batang-Pekalongan merupakan akses vital yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi dan angkutan barang antarkota. Karena itu, kondisi fisik jalan dinilai menentukan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik di wilayah pantai utara Jawa Tengah.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Jawa Tengah BBPJN Jateng-DIY, Ridwan Umbara, mengatakan seluruh tim konstruksi saat ini mengoptimalkan pengerjaan di sejumlah titik strategis. Ia menargetkan pekerjaan yang sudah direncanakan dapat diselesaikan secara optimal sebelum operasi pengamanan Nataru digelar.
Hingga Selasa, 3 November 2026, realisasi perkerasan beton atau rigid pavement di sepanjang rute tersebut telah mencapai 7.151 meter. Capaian itu tersebar di ruas Batang-Kendal sepanjang 6.043,5 meter, Jalan Jenderal Sudirman Batang sepanjang 428 meter, dan Jalan Dr. Sutomo Pekalongan sepanjang 679,5 meter.
Selain capaian tersebut, BBPJN juga menyiapkan tambahan rigid pavement sepanjang 1.400 meter atau 1,4 kilometer. Penanganan tambahan itu direncanakan berada di Kilometer 93+735 hingga Kilometer 95+135 sisi kanan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas jalan nasional sebelum lonjakan arus kendaraan akhir tahun.
Di samping pengecoran beton, BBPJN mematangkan rencana leveling aspal sepanjang 3.898 meter di sejumlah titik jalan yang bergelombang. Pekerjaan perataan lapisan aspal itu bertujuan memperbaiki kerataan permukaan jalan sehingga perjalanan pengendara menjadi lebih nyaman dan aman.
Pekerjaan preservasi di jalur Batang hingga Pemalang terbagi dalam dua paket utama dengan skema kontrak tahun jamak atau multiyears contract yang berjalan hingga 2027. Paket pertama, Preservasi Jalan Pekalongan-Batang-Plelen, memiliki total panjang penanganan sekitar 17 kilometer, sedangkan paket kedua, Preservasi Jalan Pemalang-Pekalongan, mencakup sekitar 9,71 kilometer. Secara kumulatif, total penanganan kedua paket tersebut mencapai 26,71 kilometer dan dikerjakan secara bertahap sesuai spesifikasi teknis.
Ridwan menegaskan percepatan pekerjaan menjadi perhatian prioritas menjelang Nataru karena volume kendaraan di Jalur Pantura diprediksi naik drastis. Menurut dia, kesiapan kondisi jalan menjadi salah satu faktor penentu kelancaran perjalanan masyarakat selama periode libur akhir tahun.
Di sisi lain, BBPJN mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati dan mewaspadai titik penyempitan arus lalu lintas akibat aktivitas pengerjaan proyek. Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di kawasan Jalan Dr. Sutomo, Kabupaten Batang, sehingga pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi perlu diperhatikan pengendara.
Melalui percepatan preservasi ini, kemantapan jalan nasional di wilayah Batang diharapkan semakin tangguh. Kondisi jalan yang lebih baik diharapkan dapat menyokong kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik selama Nataru 2027.
Sumber: Asli Batang; Seketika.com.