Suarapantura.com - Penanganan banjir di kawasan Kaligawe, Kota Semarang, memasuki tahap penguatan infrastruktur. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersiap melakukan normalisasi saluran air sepanjang kurang lebih empat kilometer, mulai dari kawasan Terboyo hingga perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak.
Pekerjaan fisik dijadwalkan dimulai pekan depan dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Normalisasi ini menjadi salah satu upaya untuk memulihkan fungsi saluran yang selama ini dipenuhi endapan lumpur dan sampah, sehingga daya tampungnya berkurang dan aliran air tidak lagi optimal.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai normalisasi saluran merupakan langkah penting untuk meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus menekan risiko luapan dan genangan ketika musim penghujan tiba.
“Penanganan banjir membutuhkan kerja bersama. Kami mendukung rencana Kementerian PU melakukan normalisasi saluran Kaligawe,” ujar Agustina, seperti dikutip dari pemberitaan UP Radio pada Rabu, 4 November 2026.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Semarang menyiapkan area pekerjaan. Salah satunya dengan menata 57 pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di depan eks Terminal Terboyo hingga sepanjang saluran Jalan Kaligawe pada Selasa, 3 November 2026.
Kepala Satpol PP Kota Semarang Kusnandir menjelaskan, penataan PKL dilakukan bersama Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Kecamatan Genuk. Sosialisasi kepada para pedagang telah dilakukan agar proses penyiapan area berjalan lancar, dan seluruh area ditargetkan siap digunakan pada pekan ini.
Adapun lingkup pekerjaan normalisasi meliputi pengerukan endapan lumpur, pembersihan sampah, serta penguatan pondasi di sisi kiri dan kanan saluran. Dengan langkah tersebut, saluran diharapkan mampu menampung dan mengalirkan air dengan lebih baik.
Agustina berharap kolaborasi pemerintah pusat dan daerah ini menjadi langkah konkret mengatasi persoalan banjir di Kaligawe. Jika saluran berfungsi optimal, risiko genangan diharapkan berkurang sehingga aktivitas warga dan mobilitas kendaraan di kawasan tersebut tidak terus terganggu saat hujan deras.
Kaligawe selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan rawan genangan di Kota Semarang, terutama ketika curah hujan tinggi dan saluran tidak mampu mengalirkan air dengan cepat. Karena itu, percepatan normalisasi menjelang puncak musim hujan dinilai penting bagi warga dan pengguna jalan di jalur Semarang-Demak tersebut.
Sumber: UP Radio, Espos.id, Wawasan.co