Suarapantura.com - Perekonomian Jawa Tengah tumbuh 5,83 persen secara tahunan pada triwulan III 2026. Angka itu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,47 persen pada periode yang sama.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Ali Said, dalam rilis indikator strategis yang digelar secara daring, Kamis (5/11/2026). Menurut dia, laju ekonomi provinsi ini terutama ditopang kuatnya permintaan domestik, baik dari sisi konsumsi rumah tangga, investasi, maupun belanja pemerintah.
Salah satu pendorongnya adalah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang. Ajang yang diikuti 2.242 peserta dan dikunjungi 190.303 pengunjung itu menggerakkan berbagai sektor, mulai dari akomodasi dan transportasi hingga kuliner serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dampaknya terlihat pada tingkat penghunian kamar hotel berbintang yang naik 4,76 persen secara point to point, serta jumlah penumpang kereta api yang meningkat 9,23 persen.
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi penopang terbesar dengan kontribusi 1,67 persen terhadap pertumbuhan. Disusul perdagangan sebesar 1,13 persen, konstruksi 0,74 persen, dan pertanian 0,44 persen.
Ali Said menjelaskan, kinerja industri pengolahan tidak lepas dari gelaran MTQ Nasional yang mendongkrak permintaan makanan dan minuman, terutama dari pelaku UMKM dan industri rumah tangga.
Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi motor utama dengan kontribusi 2,54 persen. Pembentukan modal tetap bruto atau investasi menyumbang 1,95 persen, sedangkan konsumsi pemerintah 0,86 persen.
Selain MTQ, sejumlah program prioritas nasional juga ikut mendorong perekonomian Jateng. Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
MBG, kata Ali Said, berkontribusi langsung pada peningkatan produksi industri pengolahan, khususnya makanan dan minuman.
Secara kumulatif, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,54 persen hingga triwulan III 2026, juga berada di atas capaian nasional sebesar 5,42 persen.
BPS juga mencatat perbaikan di pasar kerja. Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 20,68 juta orang pada triwulan III 2026, bertambah 0,29 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah pengangguran tercatat 1,09 juta orang, turun 60 ribu orang.
Di sektor pariwisata, BPS mencatat 1.047.500 perjalanan wisatawan nusantara di Jawa Tengah selama September 2026, naik 1,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penumpang kereta api pada bulan yang sama mencapai 3,15 juta orang, naik 3,45 persen.
Menurut Ali Said, capaian ini menunjukkan perekonomian Jawa Tengah masih berada pada tren positif dan memiliki ketahanan yang kuat.
Sumber: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (jatengprov.go.id); BPS