Suarapantura.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan 19 bentuk intervensi di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, melalui program Desa Dampingan Tahun 2026. Penyerahan bantuan dilakukan pada Kamis (5/11/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62.
Intervensi tersebut menyasar berbagai persoalan warga, mulai dari penanganan stunting, pendampingan ibu hamil, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan ekonomi keluarga. Program ini melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng mempercepat pengentasan kemiskinan lewat peningkatan kualitas kesehatan serta pemberdayaan masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan program Desa Dampingan harus memberi dampak nyata bagi kehidupan warga. Karena itu, penyaluran bantuan perlu diikuti pendampingan dan pemantauan agar manfaatnya benar-benar dirasakan penerima. “Tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan setiap intervensi menghasilkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujar Taj Yasin saat penyerahan bantuan di Desa Gemantar.
Taj Yasin juga mengapresiasi pengembangan peternakan warga Desa Gemantar yang dikelola secara komunal melalui kelompok usaha bersama (KUBE). Menurut dia, pengelolaan komunal tidak hanya meningkatkan perekonomian warga, tetapi juga berpotensi menghasilkan biogas dan pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian. “Biasanya KUBE itu tidak komunal. Namun, di Desa Gemantar ini dikomunalkan. Ini perlu kita edukasi lagi karena berpotensi menjadi biogas maupun kompos,” kata dia.
Di bidang kesehatan, intervensi yang diberikan antara lain pemberian makanan tambahan bagi 59 balita stunting selama tiga bulan, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian 13 kacamata bagi anak sekolah, serta pemeriksaan kualitas air bersih. Taj Yasin meminta kader dan petugas kesehatan memastikan asupan makanan bergizi benar-benar dikonsumsi anak secara berkelanjutan sejak masa kehamilan, tidak berhenti pada pemberian edukasi semata.
Sementara di bidang ekonomi, bantuan disalurkan melalui dua kelompok KUBE dengan dukungan modal masing-masing Rp20 juta. Bantuan lainnya mencakup perbaikan enam unit rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp16 juta per unit, pemasangan listrik bagi tujuh warga, serta bantuan modal bagi pelaku UMKM.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menjelaskan program Desa Dampingan saat ini mencakup 61 desa di 16 kabupaten dengan melibatkan 48 OPD di tingkat provinsi. “Melalui berbagai intervensi ini, kami berharap Desa Gemantar semakin berdaya, kualitas kesehatan masyarakat meningkat, dan upaya percepatan pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih optimal,” ujar Zulfachmi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen, Hargiyanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan berbagai bantuan dari Pemprov Jateng tersebut. Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Gemantar juga mendeklarasikan Desa Siaga Tuberkulosis (TB) sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kewaspadaan dan penanggulangan penyakit TB di tengah masyarakat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan Taj Yasin ke lokasi KUBE Ternak Kambing dan rumah salah satu penerima manfaat bantuan RTLH.
Berita ini disusun berdasarkan laporan detikNews dan Solopos (Espos.id).