Suarapantura.com - Ratusan atlet penyandang disabilitas dari berbagai daerah di Jawa Tengah mulai menjalani klasifikasi disabilitas di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Jumat hingga Minggu, 7–9 November 2026. Tahapan ini menjadi syarat wajib bagi para atlet sebelum berlaga pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah 2026.
Klasifikasi disabilitas berfungsi memastikan setiap atlet bertanding sesuai dengan kategori disabilitasnya. Selain itu, tahapan ini juga menjadi upaya mencegah terjadinya kecurangan dalam kompetisi, sehingga persaingan antar-atlet berlangsung adil.
Ketua NPCI Jawa Tengah, Trihono, menyampaikan bahwa kegiatan klasifikasi diselenggarakan oleh NPCI Jawa Tengah dan dihadiri langsung Ketua Umum NPCI, Senny Marbun. Tim klasifikasi yang diterjunkan berasal dari NPCI, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta kalangan akademisi, dan bertugas menentukan klasifikasi masing-masing atlet.
Jumlah atlet yang menjalani klasifikasi hingga Minggu (8/11/2026) mencapai 200 atlet dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Sementara itu, kontingen tuan rumah Kota Solo mengirim 70 atlet dari 100 atlet yang direncanakan berangkat.
Menurut Trihono, klasifikasi merupakan tahapan yang sangat penting untuk memastikan para atlet yang berlaga benar-benar masuk dalam klasifikasi yang sesuai. Dengan demikian, persaingan antar-atlet nantinya dapat berlangsung secara adil.
Ia menambahkan, keberadaan program sentralisasi NPCI Jawa Tengah membuat persaingan antardaerah semakin ketat, karena banyak atlet dari berbagai daerah yang ditempa secara harian dalam program tersebut.
Sementara itu, sejumlah daerah mulai mematangkan persiapan kontingennya. Kabupaten Rembang, misalnya, akan memberangkatkan 12 atlet dan 12 pendamping yang berlaga pada delapan cabang olahraga, yakni para anggar, para renang, para atletik, para balap sepeda, para catur, para angkat beban, para tenis meja, dan para taekwondo.
Peparprov Jawa Tengah 2026 rencananya diselenggarakan di Solo Raya dan dijadwalkan berlangsung pada 22–26 November 2026. Ajang ini menjadi pesta olahraga disabilitas terbesar se-Jawa Tengah.
Klasifikasi ini dilakukan untuk menentukan atlet-atlet baru yang akan mengikuti Peparprov Jawa Tengah 2026. Para atlet tersebut nantinya akan bertanding sesuai klasifikasi yang diberikan tim penilai.
Sumber: Suara Merdeka Solo, Joglo Jateng