Suarapantura.com - Seorang pria paruh baya tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) Muria di perlintasan Kokrosono, Kota Semarang, Sabtu (7/11/2026). Korban diperkirakan berusia sekitar 50 tahun dan identitasnya hingga kini belum diketahui.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 14.06 WIB, ketika KA Muria melintas dari arah barat menuju Stasiun Semarang Tawang. Korban diduga berada di jalur perlintasan saat kereta melintas, hingga akhirnya tertabrak.
Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara, Iptu Joko Susilo, membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, korban berjenis kelamin laki-laki dan identitasnya masih belum diketahui.
"Korban laki-laki, identitasnya belum diketahui," ujar Joko saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/11/2026).
Joko menjelaskan, korban diduga tengah berada di perlintasan kereta api saat KA Muria melintas. Akibatnya, korban tertabrak kereta dan meninggal di lokasi kejadian.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang. Evakuasi dilakukan relawan bersama tim Inafis Polrestabes Semarang dan petugas KAI. Hingga berita ini ditulis, polisi belum mengumumkan identitas korban maupun hasil visum.
"Kita masih mendalami dan melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Joko.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan insiden tersebut melibatkan KA 27 Muria di jalur hilir KM 1+2, petak jalan antara Stasiun Semarang Poncol dan Stasiun Jerakah. KA Muria sempat melakukan berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Jerakah. KAI berkoordinasi dengan petugas pengatur perjalanan kereta api serta unit pengamanan untuk menangani kejadian itu.
Wartawan detikcom yang berada di lokasi melaporkan sejumlah anggota Polsek Semarang Utara melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam pendalaman petugas.
Perlintasan Kokrosono sebelumnya juga pernah menjadi lokasi kecelakaan maut. Pada Juli 2026, seorang anak sekolah dasar tewas setelah sepeda motor yang ditumpanginya tertabrak kereta barang di perlintasan yang sama. Sebelumnya, seorang siswi SMKN 10 Semarang tewas tertabrak kereta di lokasi itu pada Februari 2025, dan seorang pengendara motor berusia 66 tahun tewas tertabrak KA Harina pada April 2026.
Sumber: BSI News, Media Kompeten (detikcom).