SuaraPantura.com - Gibran Rakabuming Raka, Walikota Surakarta ini tengah meninjau Pasar Legi, Solo Jawa Tengah.
Gibran dikabarkan dimarahi pedagang disana saat tinjauan tersebut.
Kunjungan tersebut berlangsung padaSabtu, 15 Januari 2022. Gibran tengah meninjau bangunan baru Pasar Legi, Solo.
Pada saat meninjau lokasi, Gibran Rakabuming Raka dihampiri seorang ibu-ibu yang merupakan pedagang di Pasar Legi.
Dia pun langsung menyampaikan keluhannya kepada Gibran Rakabuming terkait kondisi Pasar Legi yang berisik karena suara kipas exhaust yang berisik.
Gibran Rakabuming Raka pun mengatakan bahwa dinyalakannya kipas exhaust di Pasar Legi sudah terjadwal.
"Saya nggak bisa denger, kan pagi-pagi gini pas repot-repotnya saya, saya sampe telepon ini loh nggak denger," ujar pedagang bernama Kristin tersebut dilansir dari Pikiran-rakyat.com " Dikunjungi Wali Kota, Pedagang Pasar Legi Solo Marahi Gibran Rakabuming: Gimana Saya Kerja?"
Dia kemudian meminta Gibran Rakabuming Raka bisa mengatur waktu kipas dinyalakan, agar tidak mengganggu kegiatan berjualan di Pasar.
"Bisa gak diatur waktunya jangan pas kita repot-repotnya, pas sibuk-sibuknya, suara gak denger sama sekali, setiap hari kaya gitu. Gak ada yang ngecek sana, coba sekarang kita cek sana! Itu tempat saya suaranya Masya Allah, sampai telepon masuk aja gak denger saya, gimana saya kerja?," tutur Kristin.
Mendengar penuturannya, seorang petugas yang ikut meninjau lokasi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengecek lokasi.
"Gak ada yang lewat sana (petugas yang mengecek)," ucap Kristin kasal.
Setelah itu, Gibran Rakabuming Raka beserta petugas mengikutinya menuju lokasi berjualan.
Begitu tiba, Kristin kembali mengeluhkan permasalahan yang kerap dihadapinya dengan nada kesal.
Dia kembali mengungkapkan permasalahan terkait suara berisik kipas exhaust yang membuatnya tidak bisa mendengar suara apapun.
Kristin pun tidak bisa menahan emosinya, dan marah-marah menyampaikan keluhannya di hadapan Gibran Rakabuming Raka.
Selain masalah kipas, Kristin juga mengeluhkan air hujan yang turun di depan kiosnya, sehingga menyebabkan orang enggan lewat karena licin.
"Kalau hujan, airnya masuk sini, dan anehnya dari sini kita mau pake penutup biar airnya gak masuk itu gak boleh, kan lucu. Padahal pembeli itu dateng dia mikir kalau tempatnya aja gak nyaman pasti gak mau toh? Mau jalan aja takut licin, kepeleset, gak ada kanopinya," tuturnya.
Kemudian ada juga keluhan terkait akses masuk yang sulit, sehingga merugikannya sebagai pedagang
"Aksesnya masuk itu sulit, kita harus muter. Lah posisi saya itu kan paling belakang, sekarang saya jadi pembeli pun saya minta yang praktis, ngapain ribet-ribet harus muter? Ya susah," kata Kristin.
Sementara Wali Kota Solo berdiri diam mendengarkan keluhan ibu-ibu tersebut, dan kemudian berjanji akan mengatasi hal tersebut.
"Iya, nanti diperhatikan," ucap Gibran Rakabuming Raka, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal Youtube Berita Surakarta, Minggu, 16 Januari 2022.
***
(Eka Alisa Putri/PR)