Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Uposatha: Hari Untuk Berbuat Kebajikan, Mengamalkan Ajaran Sang Buddha

Andri Susanto•
Jateng Pantura

SuaraPantura.com - Setelah pemerintah menandatangani Nota Kesepakatan Candi Borobudur sebagai kegiatan keagamaan umat Buddha, Sabtu 2 April 2022 plataran Candi Borobudur mulai digunakan untuk Puja Manggala Uposatha.

Prosesi pelaksanaan Puja Manggala Uposata dilakukan oleh umat Buddha dengan membacakan doa kebahagiaan.

“Hari ini kita semua bahagia, bisa melakukan doa kebahagiaan yang pertama kali di Candi Borobudur, semoga membawa kebahagiaan bagi bangsa Indonesia,” ungkap Bhante Dittishampanno.

Borobudur sebenarnya bisa digunakan untuk tempat wisata religi atau berziarah karena merupakan tempat suci bagi agama Buddha dan mengawalinya dengan melaksanakan gerakan wisata religi di hari Uposatha.

Jelang Musim Hujan, BPBD Solo Gelar Simulasi Banjir di Mojo dan Semanggi
Baca Juga · Jateng Pantura
Jelang Musim Hujan, BPBD Solo Gelar Simulasi Banjir di Mojo dan Semanggi

“Uposatha adalah hari yang sakral, hari yang suci di mana umat Buddha dianjurkan untuk berbuat kebajikan mengamalkan ajaran Sang Buddha, contohnya melaksanakan sila, (peraturan kemoralan), disisi lain kata Bhante Hari uposata ini hari yang baik untuk melaksanakan puja karena kata Upo (dekat), dan Satha itu guru jadi saat itulah kita melakukan puja kepada Guru," tuturnya.

Pelaksanaan Puja Manggala Uposata ini juga di rangkai dengan Prosesi Pradaksina berjalan mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali dengan membaca parita suci.

Direktur Urusan dan pendidikan Agama Buddha Supriyadi menyampaikan “Kita untuk tidak bereforia kemudian berbangga diri namun sesugguhnya yang diperlukan adalah bagaimana kita semua pada umat Buddha berkewajiban untuk menunaikan kewajiban-kewajiban kita senantiasa memohon dan memuja kepada para yang patut di puja,” jelasnya.

Baca Juga · Jateng Pantura
Massa Datangi Rumah Jokowi di Solo, Desak Gibran Mundur dari Kursi Wapres

Supriyadi menambahkan bahwa sesunggunya di Candi Borobudur ini telah diletakkan satu bagian dari relik rambut Buddha, seperti yang kita yakini sebagaimana di tuangkan dalam Maha Parinibana Sutta.

“Bahwa barang siapa yang senantiasa dengan penuh suka citta penuh rasa bahagia untuk melakukan puja di tempat tempat yang berkaitam dengan dhamma maka sesungguhnya dalam kehidupannya baik sekarang maupun nanti akan mendapatkan berkah kebahagiaan," tuturnya.

Lebih lanjut Supriyadi berharap untuk umat Buddha di wilayah Magelang dan Temanggung untuk melanjutkan Puja Mandala di Candi Borobudur.

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dipastikan Tetap Digelar 31 Oktober
Baca Juga · Jateng Pantura
Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dipastikan Tetap Digelar 31 Oktober

“Bahwa hari ini bukanlah yang terakhir tapi bagaimana nanti agar setiap tanggal 1 dan tanggal 15 penanggalan bulan, kita senantiasa meluangkan waktu untuk melajutkan Puja Mandala di Candi Borobudur melaksanakan perbuatan kebajikan yang telah ditorehkan oleh Bapak Presiden, Bapak Menteri Agama senantiasa harus kita wujudkan dan kita jaga dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

“Bahwa barang siapa yang senantiasa dengan penuh suka citta penuh rasa bahagia untuk melakukan puja di tempat tempat yang berkaitam dengan dhamma maka sesungguhnya dalam kehidupannya baik sekarang maupun nanti akan mendapatkan berkah kebahagiaan,” tambahnya.***

Tags:
#kemenag#buddha#borobudur#ditjen bimas buddha#puja manggala uposatha
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…