SuaraPantura.com - Kegiatan prostitusi masih marak di beberapa titik jalur pantura, kali ini kami mendaoatkan kisah PSK Pantura berusia 50 tahun.
Mengejutkan memang, sebab praktek ini biasanya dilakukan oleh para wanita muda, namun Sarboah (50) sebut saja demikian, masih eksis melakukan praktek ini meskipun kini usianya sudah 50 tahun.
Nasibnya tak seberuntung teman-temannya yang segera insaf atau bertemu jodoh saat tempat-tempat prostitusi ramai ditutup karena kebijakan.
Sarboah tidak punya keahlian selain menservice para tamu. Sarboah juga kini hidup sebatang kara.
Sarboah adalah potret muram nasib PSK di masa tua. Ia mengaku menyesal dan kini di ambang keputus asaan.
" Nyesel saya dulu ngga belajar keahlian apapun, sama ngga nabung, akhirnya masa tua Saya begini, menderita," ungkap Sarboah.
Untuk bertahan hidup pun, kini sarboah terpaksa terus melakukan praktek ini.
Eksistensinya pun sudah tak seperti dulu sewaktu.
Kalo dulu semalang dia bisa melayani sampe 10 orang, kini di usia senja mendapat tamu sehari saja sudah untung.
"Dapet tamu sehari ada saja sudah untung," ungkap Sarboah.
Ia pun kini mempunyai strategi baru agar para tamu menjadi pelanggannya.
Strategi ini terbujti ampuh membuat para tamu balik lagi.
"Ya kudu ada strateginya, biar tamu balik lagi, istilahnya repeat order gitu," terang Sarboah.
Strateginya tidak lain adalah dengan menurunkan tarifnya secara signifikan.
Jika dulu dia memasang tarif 350 ribu sekali main, kini Ia hanya memasang tarif 100 ribu, bahkan kadang 50 ribu pun tetap dilayani.
" Strateginya ya dengan turun harga, kalo dulu 350 ribu sekali main, sekarang ya paling 100 ribu, jadang 50 ribu juga tak layani, ya mau gimana lagi," terang Sarboah.
***