SuaraPantura.com - Sekitar ratusan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kabupaten Pemalang menjajakan diri setiap malam.
Ratusan PSK tersebut tersebar di beberapa titik lokasi di Kabupaten Pemalang diantaranya di areal terminal Pemalang (Calam), Areal Comal Baru, dan Kawasan Ngambo.
Selain itu, banyak pula PSK yang menjajakan dirinya melalui aplikasi BO online yang berbasis di beberapa Hotel.
Dari pantauan tim redaksi pada Kamis, 22 Desember 2022 di salah satu lokasi yang ditengarai sebagai sarang prostitusi di Kabupaten Pemalang, tampak para PSK secara mencolok menawari tamu di jalan-jalan kawasan tersebut.
Tampak pula hingar-bingar musik yang diiringi dengan gemerlap lampu di sepanjang warung-warung yang beroperasi.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan dari salah seorang aktivis Anak Muda Kakbah (AMK), M. Arsyi Bahaudin.
Menurutnya, Pemerintah musti tegas dalam rangka menganggulangi persoalan prostitusi yang marak tersebut.
" Pemerintah dan segenap stake holder musti bersama-sama bertindak tegas sesuai dengan rule hukum guna menanggulangi prostitusi yang sedang marak di Pemalang," ungkapnya.
Arsyi yang juga mantan Satpol PP itu bahkan menyebut ada pihak-pihak yang menghalangi upaya penegakan aturan terhadap prostitusi di Pemalang.
"Ada pihak-pihak yang secara terstruktur melindungi praktik prostitusi tersebut, bahkan secara masif ikut menghalangi upaya pemerintah dalam mentertibkan tempat-tempat prostitusi di Pemalang," tambahnya.
Saat ditanya siapa pihak yang menghalang-halangi pemerintah tersebut Arsyi menyebut bahwa pihak tersebut cukup berpengaruh.
"Ada ya nanti kita sama-sama bongkar, terstruktur sekali mereka menjadi back-up tempat-tempat prostitusi sehingga turut menyulitkan pemerintah," tandasnya.
***