SuaraPantura.com - Kabupaten Pemalang sempat masuk menjadi salah satu dari 5 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dengan tingkat kemiskinan ekstrim di tahun 2021.
Pasalnya, jumlah penduduk kategori miskin di Kabupaten Pemalang pada 2020 sebesar 209.003 jiwa atau setara dengan 16,02 persen dari total jumlah penduduk Kabupaten Pemalang.
Kemiskinan tersebut ditengarai berdampak terhadap kondisi sosial dan pola hidup masyarakat.
Menjelang akhir tahun 2022, kini Kabupaten Pemalang marak kegiatan ptostitusi yang bertebaran di beberapa titik di kawasan pantura.
Hal ini menimbulkan keprihatinan banyak pihak terutama dari salah seorang aktivis Anak Muda Kakbah (AMK), M. Arsyi Bahaudin.
Menurutnya, Pemerintah musti tegas dalam rangka menganggulangi persoalan prostitusi yang marak tersebut.
" Pemerintah dan segenap stake holder musti bersama-sama bertindak tegas sesuai dengan rule hukum guna menanggulangi prostitusi yang sedang marak di Pemalang," ungkapnya.
Sementara itu salah seorang pelaku dunia malam sebut saja Gendut (39) saat ditemui tim redaksi pada Jumat, 23 Desember 2022 menjelaskan bahwa benar Kabupaten Pemalang kini ramai prostitusi fi kawasan pantura.
Bahkan ia menjelaskan bahwa tarif Pekerja Seks Komersial (PSK) di Pemalang cukup murah meriah.
"Betul mas, di Pemalang ramai lagi aktivitas prostitusi, tarifnya juga murah meriah," terang Gendut.
Gendut menambahkan, tarif sekali main hanya kisaran Rp 150 ribu rupiah dan masih bisa ditawar. Para pelaku bisnis prostitusi ini memanfaatkan warung-warung terselubung yang memiliki bilik-bilik asmara di sampingnya.
"Tarifnya Rp 150 ribu sekali main, tempatnya ya di warung terselubung yang sampingnya ada bilik asmaranya," jelas Gendut.
Menurut Gendut, pelanggan di tempat ptostitusi Pemalang tersebut pun cukup beragam, dari anak muda hingga pria yang sudah cukup berumur.
"Pelanggannya ya macem-macem, dari anak muda sampe yang udah berumur, ramai mas tiap malam," ungkap Gendut.
***