SuaraPantura.com - Ada ada saja ulah warga Kabupaten Pemalang yang mengadukan jalan rusak bukan ke Bupati Pemalang, melainkan ke Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Hal ini dikarenakan Warga diduga jengah dengan jalan rusak yang tak kunjung selesai di Kabupaten Pemalang, sehingga mengadukan hal ini ke Gibran.
Bahkan tak hanya mengadukan jalan rusak, warganet juga meminta Gibran untuk nyalon menjadi Bupati di Kabupaten Pemalang.
Meskipun salah alamat, pengaduan ini berhasil menjadi pusat perhatian.
Bahkan akun twitter DPUTR Kabupaten Pemalang ikut 'kebakaran jenggot' dan nimbrung di komentar Gibran dan warganet.
"Siap mas Wali... Nyuwun ngapuntennek curhate warga Pemalang sampun lintas dimensi," tulis akun twitter DPUTR Pemalang seperti dikutip Suara Pantura pada Sabtu, 21 Januari 2023.
Sebelumnya, Heboh warganet Pemalang mengeluhkan kondisi jalan rusak ke Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan warganet meminta Gibran untuk menjadi Bupati Pemalang.
"Mas, Kabupaten Pemalang awit nyong cilik ora ana perubahan, dalan tetep ancur, walopun dalan kota tapi tetep ancur, tolong abis jd walkot Solo nyalon di Pemalang ( Mas, Kabupaten Pemalang sejak Saya kecil tidak ada perubahan, jalan tetap hancur, tolong abis jadi walikota Solo nyalon di Pemalang)," tulis warganet melalui twitter atasnama @akbar muchta***.
Gibran pun membalas komentar nitizen ini dengan menyarankan nitizen melaporkan ke dinas atau pimpinan daerah terkait.
"Monggo silahkan dilaporkan ke dinas terkait atau pimpinan daerah terkait," tulis Gibran melalui twitter seperti dilansir Suara Pantura pada Kamis, 19 Januari 2023.
Nitizen lain pun mendukung agar Gibran nyalon bupati di Pemalang.
"Yo mas, nyalon gon Pemalang wae lah, dalane ancur-ancuran ra keurus tenan mas, (Ya mas, nyalon di Pemalang aja lah, jalannya hancur-hancuran tak keurus mas)," tulis akun twitter @hid*.
Gibran pun sepertinya mulai kesal dan menolak tegas.
"GAK!" Jawab Gibran dengan huruf balok.
Seperti diketahui, tahun 2023 ini Kabupaten Pemalang akan memperingati hari jadi yang ke 448, namun persoalan jalan rusak seperti menjadi momok abadi bagi masyarakat karena tak kunjung terselesaikan.
***