Suarapantura.com - Pebisnis nasional Samsudin Andi Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam kembali membuat gebrakan di pasar modal. Pengusaha asal Kalimantan itu tercatat masuk sebagai investor baru di Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) setelah memborong miliaran saham emiten tersebut.
Berdasarkan data perubahan kepemilikan saham di atas 5 persen di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (13/5/2026), Haji Isam membeli sekitar 6,83 miliar lembar saham PACK atau setara 21,12 persen kepemilikan.
Aksi jumbo tersebut membuat Haji Isam langsung menjadi salah satu pemegang saham utama di perusahaan sektor plastik itu.
Saham yang dibeli diketahui berasal dari pengendali sebelumnya, yakni Eco Energi Perkasa. Setelah transaksi berlangsung, porsi kepemilikan perusahaan tersebut turun signifikan dari 61,7 persen menjadi 40,58 persen.
Seluruh transaksi dilaporkan dilakukan melalui BCA Sekuritas.
Selain transaksi PACK, sejumlah investor besar juga tercatat aktif melakukan aksi beli dan jual saham di pasar.
Investor individu Ferry Sudjono kembali menambah kepemilikan saham di Fore Kopi Indonesia (FORE). Kali ini ia membeli sekitar 4,45 juta saham sehingga total kepemilikannya mencapai 5,08 persen.
Transaksi saham FORE dilakukan melalui Ciptadana Sekuritas Asia dan CGS International Sekuritas Indonesia.
Sementara itu, taipan batu bara Low Tuck Kwong juga menambah kepemilikan saham di Bayan Resources (BYAN). Setelah pembelian tambahan saham, porsi kepemilikannya naik tipis menjadi 40,23 persen.
Di sektor properti, Henan Putihrai Asset Management membeli tambahan 1,5 juta saham Surya Semesta Internusa (SSIA) sehingga total kepemilikannya menjadi sekitar 11,83 persen.
Sementara United Tractors (UNTR) tercatat melakukan aksi buyback dengan membeli kembali sekitar 1,24 juta saham perseroan. Total saham treasuri perusahaan kini mencapai 5,67 persen.
Di sisi lain, Samuel Sekuritas Indonesia menambah kepemilikan 280,48 juta saham di Sentul City (BKSL) hingga porsinya naik menjadi 5,3 persen.
Namun perusahaan sekuritas tersebut juga melepas sebagian saham di Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS) dan MD Entertainment (FILM).
Terakhir, sebanyak 50 juta saham Amman Mineral Internasional (AMMN) dilepas oleh Pesona Sukses Cemerlang melalui sejumlah perusahaan sekuritas. Setelah penjualan tersebut, kepemilikannya turun menjadi sekitar 5,1 persen.