Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak

Sabila JP•
Nasional

Suarapantura.com - Data hingga sekitar 5,7 juta akun pelanggan Fore Kopi Indonesia terdampak insiden akses tanpa izin. Perusahaan mengakui adanya kebocoran data pada salah satu platform yang digunakan untuk mengelola informasi pelanggan dan kini masih melakukan investigasi forensik.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) menyebut investigasi internal menemukan aktivitas tidak wajar berupa akses tanpa izin. Manajemen menyatakan akses tersebut telah dihentikan dan sistem terkait diamankan dalam waktu 24 jam setelah aktivitas teridentifikasi.

Namun, besarnya jumlah akun yang terdampak memunculkan pertanyaan penting: sejauh mana data pelanggan terlindungi, dan bagaimana perusahaan memastikan informasi yang sudah diakses pihak tidak berwenang tidak disalahgunakan?

Nama, Nomor Telepon hingga Riwayat Pembelian Terdampak

CEO PT Fore Kopi Indonesia Tbk. Vico Lomar menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang terdampak.

“Kami memahami kekhawatiran yang ditimbulkan oleh kejadian ini dan dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak. Melindungi data pelanggan merupakan tanggung jawab kami,” ujar Vico, Rabu (28/10/2026).

Jenis informasi yang terdampak berbeda pada setiap pelanggan. Data tersebut dapat mencakup:

  • Nama pelanggan.

  • Alamat email.

  • Nomor telepon.

  • Tanggal lahir.

  • Jenis kelamin.

  • Alamat yang terdaftar di aplikasi Fore.

  • PIN dalam bentuk hashed.

  • Riwayat pembelian melalui aplikasi Fore.

Informasi tersebut merupakan data pribadi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi atau menghubungi pelanggan. Jika dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab, data kontak dan riwayat transaksi juga berpotensi menjadi bahan penipuan yang lebih meyakinkan.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Fore mengimbau pelanggan mewaspadai telepon, SMS, email, dan pesan WhatsApp yang mengatasnamakan perusahaan.

NIK dan Data Kartu Pembayaran Disebut Tidak Terdampak

Manajemen menyatakan aplikasi Fore tidak pernah meminta maupun menyimpan informasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan foto KTP pelanggan.

Perusahaan juga menyebut informasi pembayaran, termasuk detail kartu kredit dan debit, disimpan pada platform terpisah sehingga tidak terdampak insiden ini.

Meski demikian, informasi tersebut merupakan keterangan dari manajemen perusahaan. Investigasi forensik yang masih berjalan diharapkan dapat memperjelas cakupan insiden dan memastikan sistem mana saja yang terdampak.

Fore menyatakan hingga saat ini belum menemukan indikasi bahwa informasi yang diakses telah disalahgunakan. Namun, belum ditemukannya indikasi penyalahgunaan tidak serta-merta berarti risiko bagi pelanggan telah sepenuhnya berakhir.

Investigasi Siber Masih Berlangsung

Setelah menemukan aktivitas mencurigakan, Fore menyatakan telah melakukan sejumlah langkah pengamanan, antara lain:

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
  1. Menghentikan akses tanpa izin dan mengamankan sistem terkait.

  2. Melakukan pengujian keamanan serta menangani kerentanan yang ditemukan.

  3. Memperbarui platform terkait ke versi terbaru.

  4. Menerapkan langkah pengamanan tambahan.

  5. Menunjuk konsultan keamanan siber profesional untuk melakukan investigasi forensik independen.

Investigasi tersebut mencakup aplikasi Fore, platform terkait, dan sistem teknologi informasi lain yang relevan.

Perusahaan juga menyatakan telah melaporkan insiden kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait. Pelanggan yang terdampak juga disebut akan dihubungi secara langsung.

Pelanggan Diminta Segera Mengganti PIN

Sebagai langkah pencegahan, Fore meminta pelanggan yang menerima pemberitahuan untuk segera mengganti PIN akun. Pelanggan yang belum memiliki PIN diminta membuatnya, sedangkan mereka yang menggunakan PIN serupa pada layanan lain disarankan menggantinya juga.

Aplikasi Fore turut menerapkan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) ketika akun diakses melalui perangkat baru.

Perusahaan juga mengingatkan pelanggan agar tidak memberikan PIN maupun kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai perwakilan Fore.

Pelanggan sebaiknya mengakses aplikasi melalui kanal resmi dan tidak mengeklik tautan mencurigakan yang dikirim melalui pesan pribadi.

Dedek PSI Balik Serang Hasto soal Gibran, Singgung Kasus Korupsi dan Amnesti: Siapa Sebenarnya Beban Politik?
Baca Juga · Nasional
Dedek PSI Balik Serang Hasto soal Gibran, Singgung Kasus Korupsi dan Amnesti: Siapa Sebenarnya Beban Politik?

5,7 Juta Akun, Apa yang Perlu Dijelaskan Fore?

Insiden ini tidak cukup hanya diakhiri dengan permintaan maaf dan pembaruan sistem. Dengan jumlah akun terdampak yang mencapai jutaan, publik juga membutuhkan kejelasan mengenai hasil investigasi dan langkah perlindungan jangka panjang.

Sejumlah pertanyaan masih menunggu jawaban:

  • Kapan akses tanpa izin pertama kali terjadi dan berapa lama berlangsung sebelum terdeteksi?

  • Apakah seluruh 5,7 juta akun terdampak mengalami jenis paparan data yang sama?

  • Bagaimana akses tanpa izin dapat terjadi pada platform pengelolaan data pelanggan?

  • Apakah investigasi menemukan indikasi pengambilan atau penyebaran data lebih lanjut?

  • Bagaimana perusahaan memastikan kerentanan serupa tidak kembali terjadi?

  • Apakah seluruh pelanggan terdampak telah menerima pemberitahuan dan panduan pengamanan akun?

Jawaban atas pertanyaan tersebut penting untuk mengukur dampak insiden, bukan sekadar mengetahui bahwa sistem telah diperbarui.

Vico menyatakan fokus perusahaan saat ini adalah membantu pelanggan terdampak, menyelesaikan investigasi, dan memperkuat sistem serta tata kelola keamanan.

“Kami akan memastikan bahwa pembelajaran dari kejadian ini diterjemahkan menjadi penguatan nyata terhadap sistem dan tata kelola keamanan kami,” tutupnya.

Hasil investigasi selanjutnya akan menjadi bagian penting untuk menjelaskan penyebab insiden, cakupan data yang benar-benar terakses, serta langkah yang perlu dilakukan guna melindungi pelanggan.

Tags:
#Fore Kopi#BEI#Kebocoran Data#FORE
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…