Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Pigai Tolak Begal Ditembak Mati, Sebut Langgar HAM dan Hukum Internasional

Sabila JP•
Nasional

Suarapantura.com - Menteri Hak Asasi Manusia RI, Natalius Pigai, menegaskan bahwa pelaku begal tidak seharusnya ditembak mati karena bertentangan dengan prinsip HAM serta aturan hukum internasional.

Pernyataan itu disampaikan Pigai saat memberikan keterangan kepada awak media di Bandung, Rabu (20/5/2026).

“Dalam prinsip hukum internasional, orang yang melakukan kekerasan dan tindakan kekerasan termasuk teroris wajib ditangkap,” ujar Pigai.

Ia menjelaskan, proses penangkapan penting dilakukan karena memberikan dua manfaat utama, yakni melindungi hak hidup seseorang sekaligus membuka peluang aparat memperoleh informasi terkait jaringan maupun motif pelaku kejahatan.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

“Kenapa wajib ditangkap? Ada dua keuntungan. Satu, nyawanya tidak dirampas; kedua, dia adalah sumber informasi. Data, fakta, informasi ada pada dia sehingga penegak hukum bisa menggali data, fakta, informasi dan bisa menyelesaikan pemicunya atau sumbernya,” katanya.

Pigai juga menilai dukungan sebagian masyarakat terhadap tindakan tembak mati terhadap pelaku begal menunjukkan masih minimnya pemahaman mengenai hak asasi manusia.

“Masyarakat yang mengiyakan itu masyarakat yang tidak mengerti tentang HAM. Siapa pun tidak boleh merampas hak hidup seorang warga negara tanpa melalui proses dan prosedur hukum yang berlaku dalam sebuah negara. Itu prinsip,” tegasnya.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Menurutnya, pemerintah dan aparat keamanan memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan perlindungan masyarakat agar aksi kriminal jalanan dapat ditekan.

“Sekarang aparat tingkatkan saja terutama aparat kepolisian memastikan supaya setiap wilayah itu aman, jadi itu merupakan tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.

Pigai mengaku pernah memiliki pengalaman sebagai penyidik dan mengikuti berbagai pelatihan penegakan hukum. Dari pengalaman tersebut, ia menyebut tidak pernah ada materi yang membenarkan tindakan menembak mati pelaku kriminal tanpa prosedur hukum.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

“Tidak ada pelajaran dari instruktur yang menyatakan bahwa seorang terkriminal itu ditembak mati, karena dia adalah sumber data, dia sumber informasi,” kata Pigai.

Ia menambahkan, jika pelaku ditembak mati, maka aparat berpotensi kehilangan informasi penting yang sebenarnya dapat digunakan untuk membongkar jaringan maupun mengungkap akar persoalan tindak kriminal tersebut secara menyeluruh.

Tags:
#HAM#natalius pigai#begal
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…