Suarapantura.com - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau Noel, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait pemberantasan korupsi di Indonesia. Noel menyebut dirinya siap dijatuhi hukuman mati apabila hal itu dianggap bisa menjadi contoh ketegasan hukum terhadap koruptor.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial dan berbagai platform pemberitaan nasional. Ucapan Noel dinilai sebagai bentuk kritik sekaligus sindiran terhadap penegakan hukum kasus korupsi di Indonesia yang selama ini dianggap belum memberikan efek jera maksimal.
“Kalau memang mau dijadikan contoh pemberantasan korupsi, hukum mati saja saya,” ujar Noel dalam pernyataannya.
Ucapan itu memancing berbagai respons dari masyarakat. Sebagian menilai Noel sedang menyampaikan kritik keras terhadap sistem hukum yang dinilai tebang pilih, sementara sebagian lain menganggap pernyataan tersebut terlalu kontroversial.
Isu hukuman mati bagi koruptor sendiri memang kerap menjadi perdebatan publik di Indonesia. Banyak pihak mendukung hukuman berat untuk pelaku korupsi karena dinilai telah merugikan negara dan masyarakat luas. Namun di sisi lain, penerapan hukuman mati juga menuai kritik dari kelompok pemerhati hak asasi manusia.
Nama Noel sendiri selama ini dikenal cukup vokal dalam berbagai isu politik dan sosial. Karena itu, pernyataannya kali ini kembali memancing diskusi luas di media sosial terkait ketegasan pemerintah dalam memberantas korupsi.