Suarapantura.com - Seorang pekerja migran Indonesia dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja di proyek konstruksi kawasan Bukit Mertajam, Penang, Malaysia, Jumat (29/5/2026).
Korban diketahui bernama Marzuki (27), yang bekerja sebagai buruh konstruksi di salah satu proyek bangunan di kawasan Jalan Guar Perahu Indah.
Insiden tragis tersebut terjadi ketika korban sedang melakukan aktivitas pekerjaan di lokasi proyek sebelum akhirnya tertimpa struktur beton yang roboh.
Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Penang menyebut laporan darurat diterima sekitar pukul 15.55 waktu setempat.
Usai menerima laporan, petugas dari Balai Pemadam Penanti langsung menuju lokasi dengan membawa satu unit mobil pemadam serta lima personel.
Saat tiba di lokasi kejadian, petugas mendapati korban ternyata sudah dievakuasi lebih dahulu oleh warga sekitar dari timbunan reruntuhan beton.
“Korban yang tidak sadarkan diri telah dikeluarkan oleh masyarakat sebelum petugas pemadam tiba,” demikian pernyataan Pusat Gerakan Operasi Departemen Pemadam Penang.
Setelah berhasil dipindahkan ke lokasi aman, korban kemudian mendapat penanganan dari tim medis.
Namun nahas, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan dari Kementerian Kesehatan Malaysia, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dialaminya.
Jenazah Marzuki selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian Malaysia guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab insiden tersebut.
Proses penanganan kecelakaan kerja itu dilaporkan selesai sekitar pukul 17.05 waktu setempat.
Peristiwa tersebut kembali menjadi sorotan terkait tingginya risiko keselamatan kerja yang dihadapi pekerja migran Indonesia di sektor konstruksi luar negeri.
Terlebih, proyek pembangunan berskala besar dengan penggunaan material berat dan struktur beton dinilai memiliki tingkat bahaya tinggi apabila standar keselamatan kerja tidak diterapkan secara maksimal.