Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

PSI Sebut PDIP Sulit Menang Usai Tak Bersama Jokowi

Isabella Aluna Zahira•
Nasional

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menanggapi kritik dari sejumlah politikus PDIP terkait rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang disebut akan kembali aktif menyapa masyarakat melalui agenda kunjungan ke berbagai daerah.

Menurut Bestari, pernyataan yang meremehkan pengaruh politik Jokowi tidak sesuai dengan realitas politik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai figur Jokowi masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat dan pernah memberikan dampak signifikan terhadap perolehan suara partai-partai yang berada di lingkaran politiknya.

Bestari bahkan menyebut bahwa setelah hubungan politik antara Jokowi dan PDIP merenggang, partai tersebut mengalami kesulitan mempertahankan dominasi politik yang sebelumnya kuat.

PSI Soroti Efek Elektoral Jokowi terhadap PDIP

Dalam keterangannya, Bestari menilai keberhasilan PDIP pada sejumlah kontestasi politik sebelumnya tidak bisa dilepaskan dari popularitas Jokowi sebagai tokoh nasional.

Ia berpendapat bahwa selama Jokowi masih menjadi bagian dari PDIP, partai berlambang banteng tersebut memperoleh keuntungan elektoral yang besar. Namun setelah hubungan keduanya tidak lagi sejalan, kondisi politik berubah.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Poin yang Disorot PSI

  • Jokowi dinilai memiliki pengaruh besar terhadap suara pemilih nasional.

  • Efek elektoral Jokowi disebut pernah menguntungkan PDIP dalam berbagai pemilu.

  • PSI menilai hubungan yang memburuk antara Jokowi dan PDIP berdampak pada kekuatan politik partai tersebut.

  • Ganjar Pranowo dianggap tidak memperoleh dukungan politik yang sama setelah dinamika hubungan Jokowi dan PDIP berubah.

Rencana Safari Politik Jokowi Jadi Perhatian

Belakangan, muncul wacana mengenai agenda Jokowi untuk berkunjung ke sejumlah daerah dan bertemu masyarakat. Rencana tersebut memunculkan berbagai respons dari kalangan politik, termasuk PDIP dan PSI.

Bestari menjelaskan bahwa kunjungan Jokowi bukan semata-mata agenda politik praktis, melainkan bagian dari komunikasi dengan masyarakat yang selama ini masih memiliki kedekatan emosional dengan mantan presiden tersebut.

Ia juga menilai respons negatif yang terus diarahkan kepada Jokowi justru menunjukkan bahwa pengaruh politik mantan kepala negara itu masih menjadi perhatian berbagai pihak.

Pandangan Pengamat: Efek Jokowi Tidak Lagi Mutlak

Di sisi lain, sejumlah pengamat politik memiliki pandangan berbeda. Beberapa analis menilai pengaruh Jokowi terhadap elektabilitas partai tidak lagi sebesar saat dirinya masih menjabat sebagai presiden.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, misalnya, menilai safari politik Jokowi belum tentu mampu meningkatkan elektabilitas PSI maupun tokoh politik lain secara signifikan menjelang Pemilu 2029.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pengaruh Jokowi masih menjadi perdebatan di kalangan pengamat politik, terutama terkait seberapa besar dampaknya terhadap peta kekuatan partai-partai nasional ke depan.

Dinamika Hubungan Jokowi, PDIP, dan PSI Menjelang 2029

Perkembangan hubungan antara Jokowi, PDIP, dan PSI diperkirakan akan terus menjadi salah satu isu penting dalam politik nasional.

PSI saat ini beberapa kali memberikan sinyal kedekatan dengan Jokowi. Bahkan sejumlah petinggi partai menyebut mantan presiden tersebut memiliki posisi khusus dalam arah politik PSI ke depan.

5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak
Baca Juga · Nasional
5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak

Sementara itu, PDIP masih berupaya memperkuat konsolidasi internal dan menyiapkan strategi menghadapi kontestasi politik berikutnya.

Kesimpulan

Pernyataan Bestari Barus menambah panjang dinamika hubungan politik antara PSI, PDIP, dan Jokowi. PSI meyakini pengaruh Jokowi masih memiliki nilai elektoral yang besar, sedangkan sebagian pengamat menilai efek tersebut mulai berkurang.

Perdebatan mengenai seberapa besar kekuatan politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat presiden kemungkinan akan terus menjadi topik penting menjelang Pemilu 2029, terutama ketika berbagai partai mulai memetakan strategi dan figur yang akan diusung.

Tags:
#Jokowi#PDIP#PSI
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…