Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Sahroni: Polri Juga Berhak Koreksi Komnas HAM

Isabella Aluna Zahira•
Nasional

Wakil Ketua DPR, Ahmad Sahroni, menyampaikan bahwa kepolisian juga memiliki ruang untuk memberikan tanggapan atau koreksi terhadap pandangan yang disampaikan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Menurutnya, hubungan antarlembaga negara perlu dibangun secara objektif dan saling mengawasi.


Pentingnya Dialog dan Klarifikasi

Mendorong Perspektif yang Berimbang

Sahroni menilai perbedaan pandangan antara lembaga negara merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.

Beberapa poin yang disoroti:

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
  • Setiap lembaga memiliki kewenangan dan sudut pandang berbeda.

  • Klarifikasi diperlukan ketika terdapat perbedaan penilaian.

  • Dialog terbuka dapat mencegah kesalahpahaman publik.

  • Objektivitas penting dalam menyikapi suatu kasus.


Hubungan Polri dan Komnas HAM

Fungsi Pengawasan dan Penegakan Hukum

Komnas HAM memiliki peran dalam pengawasan dan pemantauan isu hak asasi manusia, sementara Polri menjalankan fungsi penegakan hukum dan menjaga keamanan masyarakat.

Peran masing-masing lembaga:

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
  • Komnas HAM melakukan pemantauan dan rekomendasi terkait HAM.

  • Polri bertugas melakukan penyelidikan dan penegakan hukum.

  • Keduanya memiliki fungsi berbeda namun saling berkaitan.


Pentingnya Akuntabilitas Lembaga Publik

Membangun Kepercayaan Masyarakat

Dalam negara demokrasi, lembaga publik dituntut terbuka terhadap kritik dan evaluasi.

Manfaat mekanisme koreksi antarlembaga:

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
  • Meningkatkan transparansi proses pengambilan keputusan.

  • Memperkuat akuntabilitas publik.

  • Menghindari kesimpulan yang terburu-buru.

  • Menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.


Checks and Balances dalam Demokrasi

1. Perbedaan pendapat merupakan hal wajar

Dalam sistem demokrasi, lembaga negara dapat memiliki pandangan berbeda terhadap suatu persoalan.

2. Koreksi antarlembaga memperkuat pengawasan

Mekanisme saling mengawasi menjadi bagian dari prinsip checks and balances.

3. Transparansi meningkatkan legitimasi

Keterbukaan dalam menyampaikan argumentasi membantu menjaga kepercayaan publik.


Kesimpulan

Sahroni menilai Polri memiliki hak untuk memberikan koreksi atau tanggapan terhadap pandangan Komnas HAM. Menurutnya, mekanisme tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat dan mendukung akuntabilitas lembaga negara.

Tags:
#Ahmad Sahroni#Polri#Komnas HAM
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…