Suarapantura.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara mengenai polemik yang melibatkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal. Di tengah kritik yang dilontarkan Dino terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Anies justru memberikan pembelaan dan menilai Dino sebagai diplomat yang memiliki rekam jejak panjang serta kapasitas yang teruji.
Melalui akun media sosial X miliknya, Anies mengungkapkan pengalaman pribadi yang membuatnya mengenal sosok Dino Patti Djalal sejak masih menjadi mahasiswa.
"Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate berhadapan dengan diplomat senior Ramos Horta ketika Indonesia sedang mendapat tekanan internasional. Diplomat muda itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia," tulis Anies.
Menurut Anies, sejak saat itu nama Dino Patti Djalal mulai dikenal luas sebagai diplomat muda yang mampu membawa kepentingan Indonesia di forum internasional.
Kesan Anies Saat Bertemu Dino
Anies juga mengenang pertemuannya dengan Dino ketika sedang menempuh pendidikan doktoral di Illinois, Amerika Serikat. Saat itu, Dino datang menemui mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-peristiwa 11 September 2001.
Dalam pertemuan tersebut, Anies menilai Dino sebagai sosok diplomat yang cerdas, komunikatif, dan mampu menghadapi persoalan rumit dengan pendekatan diplomasi yang matang.
"Yang kami temui adalah diplomat muda yang cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dengan ketenangan diplomatik yang sulit ditiru," ujarnya.
Anies juga menyinggung peran Dino saat menjabat Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat yang menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles pada 2012.
Menurutnya, langkah tersebut berhasil mempertemukan diaspora Indonesia dari berbagai negara dan melahirkan jaringan yang berkontribusi bagi diplomasi Indonesia.
Sebut Dino Bukan Karbitan
Dalam unggahannya, Anies menegaskan bahwa pengalaman panjang Dino di dunia diplomasi membuat kritik yang disampaikannya layak diperhatikan.
"Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat," tegas Anies.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan terbuka Anies terhadap Dino yang belakangan mendapat sorotan usai mengkritisi sejumlah kebijakan dan langkah diplomasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Habiburokhman Kritik Balik Dino
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menilai kritik yang disampaikan Dino kurang tepat disampaikan oleh seorang mantan pejabat negara.
Menurutnya, mantan pejabat pemerintahan seharusnya memberikan ruang bagi pejabat yang sedang menjabat untuk menjalankan tugasnya tanpa tekanan yang berlebihan melalui kritik terbuka.
Habiburokhman bahkan menyinggung tradisi politik di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, di mana mantan pejabat umumnya menjaga etika dengan tidak secara terbuka menyerang pejabat yang sedang menjabat.
Ia juga mempertanyakan relevansi kritik Dino serta mengingatkan bahwa publik bisa saja membandingkan kinerja para pejabat terdahulu dengan pemerintahan saat ini.
Meski demikian, perdebatan mengenai kritik Dino Patti Djalal dan respons dari sejumlah tokoh politik menunjukkan bahwa isu diplomasi serta kebijakan luar negeri masih menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam pandangan di ruang publik.