Suarapantura.com - Gangguan layanan perbankan yang dialami Bank BJB Syariah kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah nasabah mengeluhkan tidak dapat melakukan transaksi penarikan tunai melalui jaringan ATM Bersama, sehingga memicu kritik terhadap kualitas layanan dan kesiapan infrastruktur teknologi perbankan tersebut.
Keluhan itu salah satunya disampaikan seorang netizen melalui media sosial Facebook Mohamad Sahrotul Anwar. Dalam unggahannya, ia menyayangkan gangguan sistem yang menyebabkan nasabah kesulitan mengakses dana, terutama bagi mereka yang membutuhkan uang dalam kondisi mendesak.
Menurutnya, sebagai lembaga keuangan yang mengelola dana masyarakat, bank seharusnya mampu memastikan layanan transaksi berjalan stabil dan dapat diakses kapan pun oleh nasabah. Gangguan yang terjadi dinilai menimbulkan kerugian karena menghambat kebutuhan transaksi sehari-hari.
“Kami sangat menyayangkan gangguan pada sistem perbankan yang menyebabkan nasabah tidak dapat melakukan penarikan uang melalui jaringan ATM Bersama. Kondisi ini sangat merugikan masyarakat, terutama bagi nasabah yang sedang membutuhkan dana secara mendesak,” tulis netizen tersebut dalam unggahannya.
Lebih lanjut, ia menilai gangguan layanan tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pengelolaan infrastruktur teknologi informasi dan kesiapan sistem dalam mengantisipasi kendala operasional. Selain keamanan dana, nasabah juga membutuhkan kemudahan serta kepastian dalam mengakses layanan perbankan.
Netizen tersebut juga menyoroti minimnya informasi yang diterima nasabah saat gangguan terjadi. Menurutnya, ketidakjelasan informasi berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan perbankan. Karena itu, ia meminta BJB Syariah segera melakukan evaluasi menyeluruh, meningkatkan keandalan sistem, serta menyediakan solusi alternatif yang efektif apabila terjadi gangguan layanan di masa mendatang.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi terbaru dari pihak Bank BJB Syariah terkait keluhan yang disampaikan netizen tersebut. Namun, sejumlah nasabah berharap gangguan layanan dapat segera ditangani agar aktivitas transaksi kembali berjalan normal dan tidak menimbulkan kerugian lebih luas bagi masyarakat.