Suarapantura.com - Nama Said Iqbal sudah lama dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam gerakan buruh Indonesia.
Pria kelahiran Jakarta, 5 Juli 1968 itu merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia sekaligus tokoh yang kerap memimpin berbagai aksi demonstrasi buruh nasional terkait upah minimum, jaminan sosial, hingga penolakan regulasi ketenagakerjaan yang dianggap merugikan pekerja.
Pada 2026, namanya kembali menjadi sorotan setelah dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
Latar Belakang Pendidikan
Said Iqbal menempuh pendidikan di bidang teknik mesin dan dikenal aktif dalam organisasi pekerja sejak usia muda.
Karier organisasinya berkembang pesat setelah terlibat dalam berbagai serikat pekerja di sektor industri manufaktur. Sejak awal 2000-an, ia mulai dikenal sebagai salah satu juru bicara utama gerakan buruh nasional.
Namanya semakin menonjol ketika memimpin berbagai demonstrasi besar yang melibatkan ratusan ribu pekerja di Jakarta dan sejumlah daerah industri.
Kiprah di Dunia Buruh
Di bawah kepemimpinannya, KSPI berkembang menjadi salah satu konfederasi buruh terbesar di Indonesia.
Beberapa isu yang konsisten diperjuangkannya antara lain:
Kenaikan upah minimum.
Penghapusan sistem outsourcing.
Perlindungan pekerja kontrak.
Jaminan kesehatan nasional.
Jaminan pensiun pekerja.
Penolakan sejumlah pasal dalam UU Cipta Kerja.
Selain aktif di Indonesia, Said Iqbal juga terlibat dalam berbagai forum perburuhan internasional dan memiliki jaringan dengan sejumlah organisasi buruh global.
Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, ia menjadi salah satu tokoh yang paling vokal mengkritik kebijakan ketenagakerjaan pemerintah.
Terjun ke Politik
Selain aktif di dunia serikat pekerja, Said Iqbal juga mencoba jalur politik.
Pada 2022, ia mendeklarasikan Partai Buruh sebagai kendaraan politik kaum pekerja.
Di bawah kepemimpinannya, Partai Buruh berhasil lolos sebagai peserta Pemilu 2024 dan menjadi salah satu representasi politik kelompok pekerja di Indonesia.
Meski demikian, partai tersebut belum mampu meraih kursi signifikan di tingkat nasional.
Kontroversi dan Kasus yang Pernah Menjerat Said Iqbal
Sepanjang kiprahnya sebagai aktivis buruh, Said Iqbal beberapa kali terseret polemik dan laporan hukum. Namun sebagian besar tidak berujung pada vonis pidana.
1. Dilaporkan dalam Sejumlah Aksi Demonstrasi
Sebagai pemimpin aksi buruh, Said Iqbal beberapa kali dilaporkan terkait dugaan pelanggaran dalam demonstrasi yang menyebabkan kemacetan atau gangguan ketertiban umum.
Namun laporan-laporan tersebut umumnya tidak berlanjut ke tahap pidana serius.
2. Polemik Dana Organisasi Buruh
Beberapa kali muncul tudingan dari kelompok buruh rival terkait pengelolaan dana organisasi dan transparansi keuangan serikat pekerja.
Namun tuduhan tersebut lebih banyak berkembang dalam dinamika internal organisasi buruh dan tidak pernah menghasilkan proses hukum yang menetapkan Said Iqbal sebagai tersangka.
3. Kontroversi Sikap Politik
Said Iqbal juga pernah menuai kritik dari sebagian aktivis buruh karena dianggap terlalu dekat dengan elite politik tertentu.
Kritik tersebut menguat ketika ia menjalin komunikasi dengan berbagai tokoh politik lintas partai menjelang Pemilu 2024 dan setelah mendirikan Partai Buruh.
Meski demikian, ia selalu menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memperjuangkan kepentingan pekerja melalui jalur politik formal.
4. Gugatan dan Perselisihan Organisasi
Dalam perjalanan panjang gerakan buruh Indonesia, Said Iqbal juga beberapa kali terlibat perselisihan organisasi dengan kelompok serikat pekerja lain.
Perselisihan itu umumnya berkaitan dengan legitimasi kepengurusan, representasi pekerja, hingga strategi perjuangan buruh.
Namun kasus-kasus tersebut lebih bersifat administratif dan organisasi dibanding perkara pidana.
Belum Pernah Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Korupsi
Hingga Juni 2026, tidak terdapat putusan pengadilan yang menyatakan Said Iqbal bersalah dalam perkara korupsi maupun tindak pidana berat lainnya.
Meski kerap menjadi figur kontroversial karena sikap politik dan aktivitas demonstrasinya, status hukumnya tetap bersih dari vonis pidana yang berkekuatan hukum tetap.
Kini Masuk Lingkaran Kekuasaan
Penunjukan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan menandai perubahan besar dalam perjalanan kariernya.
Jika sebelumnya dikenal sebagai pengkritik pemerintah dari jalanan, kini ia berada di dalam lingkaran kekuasaan dan memiliki kesempatan untuk memengaruhi langsung kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Langkah tersebut mendapat respons beragam. Sebagian kalangan buruh menyambut positif karena menganggap aspirasi pekerja kini memiliki jalur langsung ke Istana. Namun sebagian lainnya mempertanyakan apakah independensi gerakan buruh dapat tetap terjaga ketika tokoh utamanya masuk ke dalam pemerintahan.
Terlepas dari pro dan kontra tersebut, Said Iqbal tetap menjadi salah satu tokoh buruh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia modern, dengan perjalanan panjang yang diwarnai perjuangan, kontroversi, dan kini keterlibatan langsung dalam pemerintahan.