Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan harapan agar gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu tidak memicu terjadinya likuefaksi.
Fenomena likuefaksi pernah menjadi salah satu dampak paling serius pada gempa besar yang melanda Sulawesi Tengah pada 2018, sehingga potensi kejadian serupa menjadi perhatian serius para ahli kebencanaan.
Apa Itu Likuefaksi?
Likuefaksi adalah kondisi ketika tanah kehilangan kekuatannya akibat guncangan gempa, sehingga berubah seperti cairan. Kondisi ini dapat menyebabkan:
Bangunan miring atau amblas.
Tanah kehilangan daya dukung.
Kerusakan infrastruktur secara tiba-tiba.
Pergeseran permukaan tanah di area tertentu.
Fenomena ini umumnya terjadi di wilayah dengan karakter tanah berpasir jenuh air.
Kekhawatiran Pascagempa M 6,7
Gempa berkekuatan M 6,7 yang terjadi di wilayah Palu dan sekitarnya menimbulkan perhatian khusus dari BMKG karena kondisi geologi daerah tersebut yang rentan terhadap likuefaksi.
Faktor Kerawanan Wilayah
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko likuefaksi di Palu antara lain:
Struktur tanah aluvial yang lunak.
Riwayat gempa besar sebelumnya.
Kandungan air tanah yang tinggi di beberapa area.
Kedekatan dengan zona patahan aktif.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan maupun dampak lanjutan lainnya.
Langkah yang disarankan antara lain:
Menghindari bangunan yang mengalami keretakan.
Tidak berada di area tanah yang tampak tidak stabil.
Memantau informasi resmi dari BMKG.
Menyiapkan langkah evakuasi bila diperlukan.
Upaya Mitigasi Risiko Bencana
Pemerintah dan lembaga terkait terus memperkuat mitigasi bencana di wilayah rawan gempa seperti Sulawesi Tengah. Upaya tersebut mencakup:
1. Pemantauan Aktivitas Seismik
BMKG terus memantau aktivitas gempa secara real-time untuk memberikan peringatan dini.
2. Edukasi Kebencanaan
Masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara menghadapi gempa dan potensi dampaknya, termasuk likuefaksi.
3. Penguatan Infrastruktur
Bangunan di wilayah rawan diharapkan memenuhi standar tahan gempa untuk mengurangi risiko kerusakan.
Kesimpulan
BMKG berharap gempa M 6,7 di Palu tidak memicu likuefaksi seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan mengikuti informasi resmi untuk mengantisipasi potensi dampak lanjutan.
Sumber: Keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi likuefaksi pascagempa di wilayah Palu, Sulawesi Tengah.