Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kritik Sistem SPPG, PDIP Usulkan Kantin Sekolah Jadi Basis Program MBG

Isabella Aluna Zahira•
Nasional

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah muncul usulan agar pola pelaksanaannya tidak lagi bertumpu pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara terpusat. Sejumlah pihak menilai pendekatan berbasis sekolah dapat menghadirkan efisiensi sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi peserta didik.

PDIP Soroti Efektivitas Sistem SPPG

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengkritisi model SPPG yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi makanan dalam program MBG. Menurut pandangan partai tersebut, momentum evaluasi yang sedang dilakukan pemerintah perlu dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola program agar lebih efektif dan berkelanjutan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pengembangan dapur atau kantin berbasis sekolah sebagai alternatif penyediaan makanan bergizi bagi siswa. Usulan tersebut muncul setelah Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pembenahan dan menghentikan sementara pembangunan SPPG baru di sejumlah wilayah.

Mengapa Kantin Sekolah Dinilai Lebih Efektif?

Konsep dapur berbasis sekolah dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan sistem dapur terpusat.

Pejabat Tak Jujur Lapor Kekayaan, Komisi III Tolak Perampasan Otomatis: Lalu Apa Sanksinya?
Baca Juga · Nasional
Pejabat Tak Jujur Lapor Kekayaan, Komisi III Tolak Perampasan Otomatis: Lalu Apa Sanksinya?

1. Lebih Dekat dengan Penerima Manfaat

Karena berada di lingkungan sekolah, proses penyediaan dan distribusi makanan dapat dilakukan lebih cepat. Risiko keterlambatan maupun penurunan kualitas makanan selama pengiriman juga dapat diminimalkan.

2. Memanfaatkan Fasilitas yang Sudah Ada

Banyak sekolah telah memiliki kantin atau fasilitas dapur sederhana yang dapat dioptimalkan. Dengan memanfaatkan sarana yang tersedia, kebutuhan investasi pembangunan dapur baru berpotensi ditekan.

3. Mendorong Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Pelibatan kantin sekolah dan pelaku usaha pangan di sekitar lingkungan pendidikan dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas. Selain mendukung program gizi, pendekatan ini juga berpotensi menggerakkan usaha mikro dan masyarakat setempat.

KPK Geledah Djarum, Kasus Pajak Belum Tuntas: Mengapa Isu Tekanan Politik Menguat?
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Pajak Belum Tuntas: Mengapa Isu Tekanan Politik Menguat?

BGN Sedang Lakukan Evaluasi Program MBG

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional memutuskan melakukan moratorium atau penghentian sementara pembangunan SPPG baru. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program sekaligus mengoptimalkan fasilitas yang telah beroperasi.

BGN juga menyoroti perlunya pemerataan layanan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Di sejumlah daerah, pembangunan dapur baru dinilai kurang efisien sehingga pemanfaatan fasilitas sekolah menjadi salah satu solusi yang sedang dipertimbangkan.

Tantangan yang Masih Perlu Dibenahi

Meskipun konsep kantin sekolah dianggap menjanjikan, terdapat sejumlah tantangan yang harus diperhatikan, antara lain:

MA Batalkan Suket Gibran, Deddy Sitorus Desak Mundur dan Buka Opsi Pemakzulan!
Baca Juga · Nasional
MA Batalkan Suket Gibran, Deddy Sitorus Desak Mundur dan Buka Opsi Pemakzulan!
  • Standar keamanan dan higienitas pangan.

  • Kesiapan infrastruktur sekolah.

  • Pengawasan kualitas bahan makanan.

  • Ketersediaan tenaga pengelola yang kompeten.

  • Sistem distribusi yang merata di seluruh daerah.

Karena itu, transformasi dari sistem SPPG menuju dapur berbasis sekolah membutuhkan regulasi yang jelas serta pengawasan yang ketat agar tujuan program MBG tetap tercapai.

Kesimpulan

Kritik terhadap sistem SPPG membuka ruang evaluasi bagi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Usulan pemanfaatan kantin sekolah sebagai pusat penyediaan makanan dinilai dapat meningkatkan efisiensi, mendekatkan layanan kepada siswa, serta memberdayakan ekonomi lokal.

Namun, keberhasilan model ini tetap bergantung pada kesiapan fasilitas, pengawasan kualitas pangan, dan komitmen pemerintah dalam memastikan setiap peserta didik memperoleh makanan bergizi yang aman dan berkualitas.

Tags:
##ProgramMakanBergiziGratis##SPPG##KantinSekolah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…