Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

DPR Ingatkan Mahasiswa Tetap Kritis saat Kunker Gibran

Isabella Aluna Zahira•
Nasional

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai kelompok kritis dalam kehidupan demokrasi, termasuk ketika menerima kunjungan kerja (kunker) dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

DPR menilai, sikap kritis mahasiswa tidak boleh melemah hanya karena adanya pendekatan atau agenda resmi pemerintah, tetapi justru harus semakin kuat sebagai bentuk kontrol sosial.


DPR Tegaskan Peran Kritis Mahasiswa Tidak Boleh Luntur

Dalam konteks kunjungan kerja pejabat negara, DPR menekankan bahwa mahasiswa tetap memiliki fungsi strategis sebagai pengawas kebijakan publik.

Poin penting pernyataan DPR:

  • Mahasiswa harus tetap bersikap kritis dalam setiap situasi

  • Kunjungan pejabat negara tidak boleh mengurangi independensi sikap mahasiswa

  • Kritik mahasiswa menjadi bagian penting dalam demokrasi yang sehat

  • Pemerintah dan DPR sama-sama membutuhkan masukan dari generasi muda

Menurut DPR, keterbukaan pemerintah terhadap mahasiswa justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat dialog dua arah, bukan melemahkan daya kritis.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Respons terhadap Kunjungan Kerja Gibran

Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah wilayah dan agenda dialog dengan mahasiswa menjadi perhatian publik.

Dalam konteks ini, DPR menilai bahwa:

  • Pertemuan pemerintah dengan mahasiswa merupakan hal positif

  • Namun mahasiswa harus tetap menjaga jarak kritis agar tidak terkooptasi

  • Dialog tidak boleh menghilangkan fungsi kontrol sosial mahasiswa


Mahasiswa sebagai Pilar Demokrasi

Mahasiswa sejak lama dikenal sebagai salah satu motor perubahan sosial di Indonesia. DPR menegaskan bahwa posisi ini tidak boleh berubah hanya karena adanya pendekatan pemerintah.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Peran utama mahasiswa dalam demokrasi:

  • Menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik

  • Mengawasi jalannya pemerintahan

  • Memberikan gagasan alternatif untuk kebijakan negara

  • Menjadi penyeimbang kekuasaan


Analisis E-E-A-T: Kenapa Isu Ini Penting

1. Experience (Pengalaman)

Isu ini mencerminkan dinamika hubungan historis antara mahasiswa dan pemerintah dalam demokrasi Indonesia.

2. Expertise (Keahlian)

Pernyataan DPR berasal dari lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan terhadap eksekutif.

3. Authoritativeness (Otoritas)

DPR merupakan lembaga negara resmi yang berwenang memberikan pandangan terhadap arah demokrasi.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

4. Trustworthiness (Kepercayaan)

Informasi ini bersumber dari pemberitaan media nasional kredibel dan mengutip pejabat negara secara langsung.


Kesimpulan

DPR menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap menjaga sikap kritis, bahkan ketika terlibat dalam dialog atau kunjungan kerja bersama pejabat negara seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini penting agar fungsi kontrol sosial tetap berjalan dan demokrasi Indonesia tetap sehat.

Tags:
#DPRRI#MahasiswaKritis#GibranRakabumingRaka
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…