Suarapantura.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Surabaya disertai fenomena pasang air laut (banjir rob) menyebabkan sejumlah kawasan mengalami genangan. Sedikitnya 17 wilayah dilaporkan terdampak akibat kombinasi cuaca ekstrem dan naiknya permukaan air laut.
Kondisi tersebut memicu gangguan aktivitas masyarakat, terutama di kawasan yang memiliki sistem drainase yang berdekatan dengan wilayah pesisir.
Penyebab Banjir di Surabaya
Banjir yang terjadi kali ini dipicu oleh dua faktor utama yang berlangsung hampir bersamaan, yaitu:
Curah hujan tinggi dalam waktu cukup lama.
Pasang air laut yang menyebabkan aliran air ke laut menjadi terhambat.
Kapasitas saluran drainase yang tidak mampu mengalirkan debit air secara optimal saat volume air meningkat drastis.
Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena pasang maksimum air laut di pesisir Jawa Timur berpotensi meningkatkan risiko banjir rob di sejumlah kawasan pesisir. Kondisi ini dipengaruhi oleh fase bulan baru yang dapat menyebabkan kenaikan muka air laut lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.
Sebanyak 17 Wilayah Terdampak Genangan
Genangan dilaporkan muncul di berbagai titik di Kota Surabaya. Tinggi air bervariasi tergantung kondisi topografi wilayah dan kapasitas saluran drainase setempat.
Beberapa kawasan mengalami genangan yang cukup mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.
Dampak yang Dirasakan Warga
Sejumlah dampak yang muncul akibat banjir antara lain:
Aktivitas masyarakat menjadi terhambat.
Arus lalu lintas melambat di beberapa ruas jalan.
Risiko kerusakan kendaraan dan fasilitas umum meningkat.
Warga di kawasan rendah harus lebih waspada terhadap kenaikan debit air susulan.
Upaya Penanganan oleh Pemerintah
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan perkembangan genangan di berbagai titik.
Langkah-langkah yang umumnya dilakukan meliputi:
Pengoperasian pompa air untuk mempercepat penyusutan genangan.
Pemantauan saluran drainase dan sungai.
Koordinasi dengan BMKG terkait perkembangan cuaca dan pasang surut air laut.
Pengerahan petugas untuk memastikan aliran air tidak terhambat sampah maupun sedimentasi.
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan terkait potensi banjir rob di wilayah pesisir Jawa Timur akibat pasang air laut maksimum. Fenomena ini dapat memperparah genangan ketika terjadi hujan deras secara bersamaan.
Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir maupun daerah rawan genangan diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi.
Kesimpulan
Banjir yang merendam 17 wilayah di Surabaya terjadi akibat kombinasi hujan deras dan pasang air laut yang menghambat pembuangan air ke laut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat serta optimalisasi sistem drainase dan pengendalian banjir untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem di masa mendatang.
Sumber: CNN Indonesia, BMKG Maritim Tanjung Perak, dan instansi terkait.