Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

PDIP Curiga Ada Agenda Tersembunyi, Jokowi Dinilai Siapkan Jalan Gibran Jadi Presiden

Sabila JP•
Nasional

Suarapantura.com - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang mengajak masyarakat mengawal pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode memunculkan tafsir politik baru.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menilai pernyataan tersebut tidak sesederhana dukungan terhadap stabilitas pemerintahan. Ia menduga ada agenda politik jangka panjang untuk memuluskan langkah Gibran menuju kursi RI 1.

Djarot Curiga Jokowi Sedang Siapkan Gibran

Menurut Djarot, intensitas aktivitas politik Jokowi yang belakangan kerap berkeliling ke berbagai daerah patut dicermati.

Ia menduga langkah tersebut merupakan bagian dari konsolidasi kekuatan politik yang bertujuan memperkuat posisi Gibran di masa mendatang.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

"Kalau saya melihat justru mungkin Pak Jokowi berjuang untuk mempersiapkan Gibran sebagai the next president. Dia keliling ke mana-mana," kata Djarot, Senin (22/6/2026).

Pernyataan itu sekaligus memperkuat pandangan PDIP bahwa manuver politik Jokowi tidak lepas dari upaya membangun basis dukungan bagi putra sulungnya.

Singgung Lagi Polemik Putusan MK 90

Djarot juga kembali menyoroti polemik Putusan MK Nomor 90 yang membuka jalan bagi Gibran maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Menurutnya, putusan tersebut sejak awal menuai kontroversi karena dianggap bertentangan dengan prinsip konstitusi.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Ia bahkan menyebut masih banyak pihak yang mempertanyakan legitimasi politik Gibran sebagai wakil presiden karena proses pencalonannya dinilai bermasalah.

Waspadai Dinasti Politik

Selain mengkritik proses politik yang mengantarkan Gibran ke kursi wapres, Djarot juga mengingatkan potensi berkembangnya dinasti politik di tingkat nasional.

Ia menilai ada kecenderungan regenerasi kekuasaan yang tidak lagi bertumpu pada mekanisme politik biasa, melainkan berpusat pada keluarga mantan pemimpin negara.

5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak
Baca Juga · Nasional
5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak

Menurut Djarot, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian publik agar demokrasi tetap berjalan sesuai prinsip konstitusi dan tidak dikuasai oleh kelompok tertentu.

Wacana Gibran Jadi Presiden Kian Menguat

Meski pemerintahan Prabowo-Gibran baru berjalan hingga 2029, wacana mengenai peluang Gibran maju sebagai calon presiden pada pemilu mendatang terus menjadi bahan perbincangan politik nasional.

Bagi PDIP, ajakan Jokowi untuk mengawal pemerintahan hingga dua periode membuka ruang tafsir yang lebih luas.

Di satu sisi, pernyataan tersebut dapat dipahami sebagai dukungan terhadap keberlanjutan pemerintahan. Namun di sisi lain, PDIP melihat adanya sinyal politik yang mengarah pada upaya membangun legitimasi dan dukungan bagi Gibran sebagai figur penerus kekuasaan di masa depan.

Karena itu, Djarot menilai publik perlu mencermati setiap manuver politik yang berkembang agar tidak kehilangan arah dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

Tags:
#PDIP#jokowidodo#gibran rakabiming raka#Prabowo Subianto#Djarot Saiful Hidayat
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…