Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

TNI AD Klarifikasi Insiden Ajudan Danrem di Jogja Marathon

Isabella Aluna Zahira•
Nasional

Suarapantura.com - Viralnya video yang memperlihatkan seorang ajudan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas dihentikan petugas saat ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 memicu berbagai reaksi publik. Insiden tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan adanya perdebatan di lintasan lomba terkait kepesertaan seorang pengawal yang dianggap tidak memenuhi aturan perlombaan.

Menanggapi ramainya perbincangan di media sosial, TNI Angkatan Darat (TNI AD) memberikan penjelasan resmi mengenai duduk perkara yang sebenarnya terjadi.

Kronologi Insiden di Lintasan Marathon

Peristiwa bermula saat ajang Mandiri Jogja Marathon berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026. Dalam sebuah video yang beredar luas, terlihat petugas lomba menghentikan seorang pria yang berada di jalur perlombaan karena tidak mengenakan nomor identitas peserta atau BIB.

Pria tersebut diketahui merupakan ajudan dari Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono. Saat pemeriksaan berlangsung, ajudan tersebut sedang mendokumentasikan aktivitas atasannya di area lomba.

Karena tidak terlihat menggunakan BIB, petugas pengawas lintasan menjalankan prosedur dengan melakukan pengecekan dan penertiban sesuai aturan yang berlaku bagi seluruh peserta.

Pejabat Tak Jujur Lapor Kekayaan, Komisi III Tolak Perampasan Otomatis: Lalu Apa Sanksinya?
Baca Juga · Nasional
Pejabat Tak Jujur Lapor Kekayaan, Komisi III Tolak Perampasan Otomatis: Lalu Apa Sanksinya?

Poin Penting Kronologi

  • Petugas menemukan seseorang berada di lintasan tanpa BIB yang terlihat jelas.

  • Orang tersebut merupakan ajudan Danrem 072/Pamungkas.

  • Petugas melakukan pemeriksaan sesuai aturan lomba.

  • Terjadi kesalahpahaman yang kemudian terekam dan viral di media sosial.

  • Insiden akhirnya diselesaikan melalui komunikasi antara seluruh pihak terkait.

Penjelasan Resmi dari TNI AD

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukan karena adanya upaya melanggar aturan perlombaan.

Menurut Donny, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengikuti lomba bersama keluarga dan ajudannya. Seluruh rombongan telah terdaftar sebagai peserta resmi serta memperoleh tiket dan nomor identitas peserta dari penyelenggara.

TNI AD menyebut bahwa nomor BIB milik ajudan diduga terlepas ketika berada di jalur yang padat pelari. Kondisi tersebut menyebabkan petugas kesulitan melakukan verifikasi sehingga memunculkan kesalahpahaman saat pemeriksaan berlangsung.

Mengapa BIB Sangat Penting dalam Marathon?

Dalam setiap ajang lari resmi, BIB berfungsi sebagai identitas utama peserta. Nomor ini digunakan untuk berbagai keperluan, seperti:

KPK Geledah Djarum, Kasus Pajak Belum Tuntas: Mengapa Isu Tekanan Politik Menguat?
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Pajak Belum Tuntas: Mengapa Isu Tekanan Politik Menguat?
  • Verifikasi status peserta.

  • Pencatatan waktu tempuh lomba.

  • Pengawasan keamanan selama perlombaan.

  • Identifikasi peserta saat terjadi keadaan darurat.

Karena itu, panitia memiliki kewajiban untuk menertibkan siapa pun yang berada di lintasan tanpa identitas peserta yang valid.

Penyelesaian Masalah di Lapangan

Setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, serta Danrem 072/Pamungkas melakukan komunikasi langsung guna mengklarifikasi situasi yang terjadi.

Menurut keterangan resmi TNI AD, seluruh pihak memahami bahwa insiden tersebut bersifat teknis dan bukan pelanggaran yang disengaja. Permasalahan pun diselesaikan secara baik tanpa berlanjut menjadi konflik yang lebih besar.

TNI AD juga memberikan apresiasi kepada panitia dan petugas lintasan yang tetap menjalankan aturan perlombaan secara profesional demi menjaga ketertiban acara.

MA Batalkan Suket Gibran, Deddy Sitorus Desak Mundur dan Buka Opsi Pemakzulan!
Baca Juga · Nasional
MA Batalkan Suket Gibran, Deddy Sitorus Desak Mundur dan Buka Opsi Pemakzulan!

Permintaan Maaf dari Ajudan

Dalam perkembangan berikutnya, ajudan Danrem yang terlibat dalam insiden tersebut menyampaikan permohonan maaf atas kelalaiannya karena berada di lintasan tanpa mengenakan BIB yang terlihat saat perlombaan berlangsung.

Permintaan maaf tersebut menjadi bagian dari upaya penyelesaian masalah sekaligus bentuk penghormatan terhadap aturan yang diterapkan dalam event olahraga.

Pelajaran dari Insiden Jogja Marathon

Kasus ini menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam kegiatan olahraga massal. Meski peserta telah terdaftar secara resmi, identitas peserta tetap harus terlihat jelas agar petugas dapat melakukan verifikasi dengan cepat dan akurat.

Di sisi lain, insiden ini juga menjadi pengingat bahwa komunikasi yang baik antara peserta dan penyelenggara sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman yang dapat berkembang menjadi polemik publik.

Kesimpulan

TNI AD menegaskan bahwa insiden ajudan Danrem di Jogja Marathon terjadi akibat kesalahpahaman teknis setelah nomor BIB peserta diduga terlepas saat lomba berlangsung. Berdasarkan keterangan resmi, seluruh pihak yang terlibat telah melakukan klarifikasi dan menyelesaikan persoalan secara damai. Kasus ini sekaligus menyoroti pentingnya disiplin terhadap aturan perlombaan demi menjaga keamanan dan ketertiban seluruh peserta.

Tags:
#Jogja Marathon 2026#Ajudan Danrem#Klarifikasi TNI AD
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…