Suarapantura.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi DKI melakukan audit menyeluruh terhadap infrastruktur kabel di berbagai titik ibu kota. Desakan ini muncul setelah insiden kecelakaan yang menimpa seorang siswi SMA Negeri 6 Jakarta yang diduga berkaitan dengan kondisi kabel di ruang publik.
Langkah ini dianggap penting untuk memastikan keselamatan pejalan kaki, terutama di area padat aktivitas masyarakat.
Latar Belakang Desakan Audit Kabel
Permintaan audit muncul karena adanya kekhawatiran terhadap kondisi penataan kabel yang dinilai masih semrawut di sejumlah wilayah Jakarta.
Beberapa poin yang menjadi perhatian DPRD DKI antara lain:
Banyak kabel udara yang tidak tertata dengan baik
Potensi bahaya bagi pejalan kaki dan pengguna jalan
Minimnya pengawasan berkala terhadap utilitas publik
Risiko kecelakaan akibat infrastruktur yang tidak standar
Insiden yang melibatkan pelajar SMA Negeri 6 Jakarta menjadi pemicu utama agar evaluasi dilakukan lebih serius dan menyeluruh.
Fokus Evaluasi Infrastruktur Publik
DPRD DKI menekankan bahwa audit tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga harus mencakup aspek teknis di lapangan.
Hal-hal yang diharapkan dalam audit tersebut meliputi:
1. Pendataan Ulang Kabel Utilitas
Identifikasi kabel listrik, internet, dan telekomunikasi
Pemetaan lokasi rawan kecelakaan
2. Penertiban Kabel Udara
3. Standarisasi Keamanan
Respons terhadap Insiden Siswi SMAN 6 Jakarta
Insiden kecelakaan yang dialami siswi SMAN 6 Jakarta menjadi sorotan karena menunjukkan adanya potensi bahaya dari infrastruktur yang kurang tertata.
DPRD menilai peristiwa tersebut tidak boleh dianggap kasus tunggal, melainkan sinyal adanya masalah sistemik dalam pengelolaan utilitas kota.
Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta untuk:
Melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab insiden
Memastikan tidak ada korban serupa di masa mendatang
Mempercepat pembenahan infrastruktur publik
Dorongan Perbaikan Jangka Panjang
Selain audit, DPRD DKI juga mendorong adanya perencanaan jangka panjang dalam penataan kabel di Jakarta.
Beberapa rekomendasi yang muncul di antaranya:
Percepatan program penanaman kabel bawah tanah
Kolaborasi dengan penyedia layanan utilitas
Peningkatan pengawasan pembangunan infrastruktur kota
Edukasi keselamatan ruang publik kepada masyarakat
Kesimpulan
Desakan audit kabel Jakarta oleh DPRD DKI menjadi langkah penting dalam meningkatkan keselamatan infrastruktur kota. Insiden yang menimpa siswi SMAN 6 Jakarta memperlihatkan perlunya evaluasi serius terhadap penataan kabel di ruang publik. Dengan audit menyeluruh, diharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang lebih aman, tertata, dan ramah bagi pejalan kaki.