Suarapantura.com - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan program pembinaan karakter bagi peserta didik di Sekolah Rakyat. Dalam program tersebut, sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) akan diterjunkan ke berbagai Sekolah Rakyat di Indonesia.
Kolaborasi ini bertujuan membantu membentuk karakter, kedisiplinan, serta kebiasaan hidup tertib bagi siswa yang mengikuti pendidikan berasrama. Hingga kini, Kemensos dan Mabes TNI masih menyusun skema teknis pelaksanaan sebelum program dimulai pada awal Agustus 2026.
Tujuan Pelibatan Taruna Akmil
Menurut Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam proses adaptasi siswa yang sebelumnya berasal dari lingkungan berbeda menuju kehidupan di Sekolah Rakyat yang menggunakan sistem asrama.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah sejak awal menginginkan keterlibatan TNI dan Polri dalam mendukung pembentukan karakter siswa. Program tersebut juga disebut sebagai bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 mengenai penguatan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Fokus utama pembinaan bukan pada pelatihan militer, melainkan membangun kebiasaan hidup disiplin dan bertanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari.
Lima Taruna Akan Mendampingi Setiap Sekolah
Komandan Jenderal Akademi TNI, Letjen TNI R. Sidiharta Wisnu Graha, menyampaikan bahwa sekitar 1.000 taruna tingkat I dan II, termasuk para pengasuh, akan diterjunkan ke 178 Sekolah Rakyat.
Setiap sekolah direncanakan didampingi oleh lima orang taruna yang akan membimbing siswa maupun tenaga pendidik terkait penerapan budaya disiplin dan kerapian.
Pendampingan tersebut dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih satu minggu pada tahap awal pelaksanaan program.
Materi Pembinaan yang Akan Diberikan
Materi yang disiapkan lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter melalui kebiasaan sehari-hari di lingkungan asrama.
Beberapa materi yang akan diberikan meliputi:
Menjaga kerapian pakaian seragam.
Cara menyetrika pakaian dengan benar.
Merapikan tempat tidur dan seprei.
Menata lemari pakaian.
Menyemir serta merawat sepatu.
Menanamkan kedisiplinan dalam menjalankan aktivitas harian.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap siswa dapat membangun rasa tanggung jawab, kemandirian, serta kebiasaan hidup yang lebih tertib.
Kolaborasi Kemensos dan TNI Masih Dimatangkan
Meski rencana pelaksanaan sudah diumumkan, Kemensos bersama Mabes TNI masih menyusun mekanisme teknis agar pembinaan berjalan sesuai tujuan pendidikan.
Skema pendampingan akan mengatur pembagian tugas para taruna, materi pembelajaran karakter, hingga koordinasi dengan pihak sekolah agar proses pembinaan dapat berlangsung efektif.
Ringkasan
Program pelibatan 1.000 Taruna Akmil menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat pendidikan karakter di Sekolah Rakyat. Sebanyak lima taruna akan ditempatkan di masing-masing dari 178 sekolah untuk mendampingi siswa dalam membangun disiplin, kerapian, serta kemandirian melalui pembiasaan aktivitas sehari-hari.
Pemerintah menargetkan program ini mulai berjalan pada awal Agustus 2026 setelah seluruh skema pelaksanaan diselesaikan oleh Kemensos dan Mabes TNI.
Sumber: Informasi dihimpun dari keterangan resmi Kementerian Sosial, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI R. Sidiharta Wisnu Graha mengenai rencana pelaksanaan program pembinaan karakter di Sekolah Rakyat.