Suarapantura.com - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini menjadi beban politik bagi Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperluas koalisi pemerintahan.
Dalam tayangan di kanal YouTube 2045 TV, Eko mengatakan Prabowo disebut memiliki keinginan untuk merangkul PDIP. Namun, menurutnya, langkah tersebut akan sulit terwujud selama Gibran masih berada di lingkar kekuasaan.
"Barangkali pandangannya Gibran enggak lagi sebagai aset tetapi sebagai beban politik," ujar Eko Kuntadhi.
Ia berpendapat, posisi Gibran menjadi penghalang karena hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-7 Joko Widodo masih belum membaik.
Menurut Eko, kondisi tersebut membuat PDIP tidak mungkin bergabung ke pemerintahan selama Gibran masih menjabat sebagai wakil presiden.
"Enggak mungkin partai yang dipimpin Bu Mega masuk ke gerbong ketika Gibran masih di situ," katanya.
Eko juga menilai keberadaan Gibran menjadi hambatan bagi Prabowo untuk melakukan konsolidasi politik yang lebih luas menjelang dinamika politik ke depan.
Diketahui, hubungan Megawati dan Jokowi memburuk setelah Pilpres 2024. PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden, sementara Jokowi memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto.
Ketegangan semakin meningkat ketika Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo. Langkah tersebut dinilai PDIP sebagai bentuk pembangkangan terhadap keputusan partai dan menjadi salah satu pemicu renggangnya hubungan kedua tokoh politik tersebut.