Suarapantura.com - Kasus dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha terus menjadi perhatian publik. Peristiwa yang terjadi di Rumah Sakit Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), kini memasuki tahap penyelidikan oleh aparat kepolisian.
Sorotan publik semakin menguat setelah nama tiga anggota DPRD TTU disebut dalam laporan dugaan intimidasi yang sebelumnya telah disampaikan kepada Badan Kehormatan DPRD TTU.
Siapa Saja Tiga Anggota DPRD TTU yang Disebut?
Berdasarkan informasi yang berkembang dalam proses penyelidikan, tiga legislator yang diduga terlibat dalam insiden tersebut adalah:
Ketiga nama tersebut muncul dalam laporan yang diajukan Dokter Icha kepada Badan Kehormatan DPRD TTU sebelum peristiwa yang kemudian menjadi perhatian nasional.
Kronologi Dugaan Intimidasi
Insiden bermula ketika Dokter Icha sedang menangani pasien anak korban gigitan ular di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu pada pertengahan Juni 2026.
Dalam situasi tersebut, keluarga pasien yang didampingi sejumlah anggota DPRD mendatangi ruang pelayanan. Dokter Icha diduga mendapat tekanan verbal ketika menjelaskan prosedur medis yang sedang dilakukan.
Menurut berbagai keterangan yang telah dipublikasikan, peristiwa tersebut membuat Dokter Icha mengalami tekanan psikologis berat hingga akhirnya menjalani perawatan medis beberapa hari setelah kejadian.
Polisi Masih Melakukan Penyelidikan
Kepolisian Resor Timor Tengah Utara memastikan proses penyelidikan masih berjalan.
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menyatakan penyidik tengah:
Pihak kepolisian menegaskan seluruh proses dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai dugaan intimidasi tersebut sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
Respons Kementerian Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI mengecam segala bentuk intimidasi maupun penyalahgunaan kewenangan terhadap tenaga kesehatan.
Menurut Kemenkes, dokter dan tenaga medis harus dapat menjalankan tugas profesionalnya tanpa tekanan, ancaman, ataupun intervensi yang dapat memengaruhi pelayanan kepada pasien. Sikap tersebut disampaikan menyusul mencuatnya dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha.
Respons Partai Politik
Kasus ini juga mendapat perhatian dari partai politik tempat para anggota DPRD bernaung.
Beberapa langkah yang telah diumumkan antara lain:
Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum.
Poin Penting Kasus
Tiga anggota DPRD TTU disebut dalam laporan dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha.
Laporan telah disampaikan kepada Badan Kehormatan DPRD TTU sebelum kasus menjadi perhatian luas.
Polres TTU masih mengumpulkan bukti dan memeriksa para saksi.
Kementerian Kesehatan mengecam segala bentuk intimidasi terhadap tenaga kesehatan.
Partai politik terkait telah menyatakan akan melakukan klarifikasi internal terhadap kadernya.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga saat ini belum ada putusan hukum yang menyatakan ketiga anggota DPRD tersebut bersalah. Seluruh dugaan masih berada dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.
Hasil pemeriksaan saksi, alat bukti, serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait akan menjadi dasar bagi aparat penegak hukum dalam menentukan langkah selanjutnya. Masyarakat diharapkan menunggu hasil penyelidikan resmi agar seluruh fakta dapat terungkap secara objektif.