Suarapantura.com - Putrama Wahju Setyawan merupakan salah satu bankir senior yang menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade di industri perbankan dan sempat memimpin PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Putrama dipercaya menjadi Direktur Utama BNI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Maret 2025.
Kariernya dikenal berkembang dari jenjang internal perusahaan hingga menduduki posisi tertinggi di salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia.
Biodata Singkat
Nama lengkap: Putrama Wahju Setyawan
Jabatan: Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Diangkat sebagai Dirut BNI: Maret 2025
Kewarganegaraan: Indonesia
Pendidikan
Berbeda dengan sebagian besar bankir yang berasal dari latar belakang ekonomi atau akuntansi, Putrama memiliki pendidikan di bidang kehutanan.
Sarjana Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM)
Magister Manajemen (MM), Universitas Gadjah Mada (UGM)
Latar belakang tersebut kemudian dipadukan dengan pengalaman panjang di sektor perbankan sehingga membentuk kompetensi kepemimpinan yang komprehensif.
Perjalanan Karier
Karier Putrama di BNI berkembang secara bertahap melalui berbagai bidang strategis, mulai dari pengelolaan kredit bermasalah hingga bisnis korporasi, treasury, internasional, dan retail banking.
Jejak karier
Bergabung dengan BNI
2011–2014 : Pemimpin Divisi Corporate Remedial & Recovery
2014–2015 : Pemimpin Divisi Institutional Banking
2015–2016 : Kepala Divisi Commercial Remedial & Recovery
2016 : Senior Executive Vice President (SEVP) Middle Business
2020 : Direktur Bisnis Korporasi BNI
2020 : Direktur Treasury dan Internasional BNI
2020–2022 : Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo)
2022–2024 : Direktur Retail Banking BNI
2024–2025 : Wakil Direktur Utama BNI
Maret 2025–sekarang : Direktur Utama BNI
Pengalaman tersebut membuat Putrama menjadi salah satu bankir yang pernah menangani hampir seluruh lini bisnis utama perbankan.
Fokus Kepemimpinan di BNI
Sebagai Direktur Utama, Putrama menghadapi sejumlah tantangan strategis, antara lain:
percepatan transformasi digital;
peningkatan profitabilitas;
penguatan kualitas kredit;
pengembangan layanan digital;
optimalisasi bisnis internasional;
penguatan pembiayaan UMKM dan korporasi;
menjaga kualitas aset di tengah dinamika ekonomi global.
Pengalamannya di bidang remedial kredit, treasury, korporasi, hingga retail banking dinilai menjadi modal penting dalam memimpin transformasi BNI.
Pendapatan atau Gaji Putrama Wahju Setyawan
BNI tidak mengungkapkan besaran gaji setiap anggota direksi secara individual.
Namun, berdasarkan laporan tahunan BNI, remunerasi direksi diberikan dalam bentuk:
gaji pokok;
tunjangan;
fasilitas jabatan;
tantiem;
bonus berbasis kinerja;
insentif jangka panjang.
Total remunerasi seluruh Direksi BNI setiap tahun mencapai ratusan miliar rupiah.
Sebagai Direktur Utama, Putrama diperkirakan menerima remunerasi paling besar di jajaran direksi. Nilai keseluruhan (take home pay) diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah per tahun, bergantung pada kinerja perusahaan dan keputusan RUPS.
Harta Kekayaan
Hingga saat ini, belum terdapat data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang dipublikasikan secara resmi atas nama Putrama Wahju Setyawan setelah menjabat Direktur Utama BNI.
Karena itu, nilai kekayaan pribadinya belum dapat dipastikan secara resmi melalui data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Apabila LHKPN terbaru telah diumumkan, informasi tersebut akan mencakup aset berupa:
tanah dan bangunan;
kendaraan;
surat berharga;
kas dan setara kas;
harta bergerak lainnya;
utang.
Hubungan Afiliasi
Mengacu pada informasi perusahaan, Putrama:
tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi BNI lainnya;
tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Dewan Komisaris;
tidak memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham pengendali.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kariernya berkembang melalui jalur profesional.
Pernah Terjerat Kasus?
Hingga saat ini Putrama Wahju Setyawan tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka maupun terdakwa dalam perkara pidana, termasuk kasus korupsi.
Tidak terdapat catatan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan dirinya terlibat dalam perkara hukum selama berkarier di BNI maupun saat menjabat Direktur Utama Jamkrindo.
Sebagai pimpinan BNI, ia memang memimpin perusahaan di tengah sejumlah proses hukum yang menjerat pihak lain, seperti penyidikan KPK terkait pengadaan mesin EDC dan penyelidikan pengadaan layanan notifikasi perbankan. Namun, hingga kini tidak ada pernyataan resmi yang menyebut Putrama sebagai pihak yang diperiksa, ditetapkan sebagai tersangka, maupun bertanggung jawab secara pidana dalam perkara-perkara tersebut.
Profil Singkat
Putrama Wahju Setyawan dikenal sebagai bankir karier yang tumbuh dari internal BNI hingga mencapai posisi Direktur Utama. Pengalamannya mencakup hampir seluruh bidang strategis perbankan, mulai dari penanganan kredit bermasalah, bisnis korporasi, treasury, internasional, retail banking, hingga penjaminan kredit melalui Jamkrindo.
Dengan latar belakang tersebut, ia dipercaya memimpin transformasi BNI di tengah tantangan digitalisasi, persaingan industri perbankan, serta kebutuhan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.