Suarapantura.com - Nama Untung Budiharto kembali menjadi perhatian publik setelah ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2025. Penunjukan tersebut mengakhiri masa jabatan Achmad Ardianto yang memimpin Antam selama sekitar enam bulan.
Berbeda dengan mayoritas pimpinan BUMN sektor pertambangan yang berasal dari kalangan profesional industri atau teknik pertambangan, Untung Budiharto datang dari latar belakang militer. Ia merupakan purnawirawan Letnan Jenderal (Letjen) TNI Angkatan Darat yang memiliki pengalaman panjang di bidang operasi, keamanan nasional, hingga penanggulangan terorisme.
Selain perjalanan karier yang panjang, sosok Untung juga tidak lepas dari sorotan sejarah karena pernah menjadi anggota Tim Mawar Kopassus pada akhir era Orde Baru.
Biodata Singkat
Nama lengkap: Untung Budiharto
Tempat, tanggal lahir: Tegal, Jawa Tengah, 26 April 1965
Profesi: Purnawirawan Letjen TNI AD, Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk
Jabatan saat ini: Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (sejak 15 Desember 2025)
Pendidikan
Untung Budiharto merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 dari kecabangan Infanteri. Setelah lulus, ia mengawali karier sebagai perwira di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Selama bertugas di lingkungan TNI, ia juga mengikuti berbagai pendidikan pengembangan perwira, termasuk pendidikan staf dan kepemimpinan yang menjadi syarat untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan TNI AD.
Perjalanan Karier Militer
Karier Untung Budiharto berkembang melalui berbagai jabatan penting di lingkungan TNI AD.
Beberapa posisi strategis yang pernah diembannya antara lain:
Perwira Kopassus
Komandan Korem (Danrem) di Bangka Belitung
Paban Staf Operasi TNI AD
Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Waasops Kasad)
Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
Panglima Kodam Jaya/Jayakarta (2022–2023)
Selama bertugas, Untung juga menerima berbagai tanda kehormatan, termasuk sejumlah Satyalancana atas pengabdiannya di lingkungan TNI.
Karier di BUMN
Setelah memasuki masa purnatugas dari TNI, Untung Budiharto dipercaya mengisi posisi strategis di sejumlah BUMN.
Komisaris Utama Transjakarta
Pada Juni 2023, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjuk Untung sebagai Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Selama menjabat, ia ikut mengawal pengembangan layanan transportasi publik serta penguatan tata kelola perusahaan.
Direktur Utama Antam
Melalui RUPSLB tanggal 15 Desember 2025, pemegang saham PT Aneka Tambang Tbk menyetujui pengangkatan Untung Budiharto sebagai Direktur Utama menggantikan Achmad Ardianto.
Sebagai Dirut Antam, Untung memimpin perusahaan tambang milik negara yang bergerak di sektor:
Emas
Nikel
Bauksit
Alumina
Logam mulia
Ia juga bertanggung jawab menjalankan strategi perusahaan sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan MIND ID.
Remunerasi dan Pendapatan
Sebagai Direktur Utama Antam, Untung Budiharto memperoleh remunerasi yang terdiri atas:
Gaji pokok
Tunjangan jabatan
Bonus atau tantiem
Insentif berbasis kinerja perusahaan
Fasilitas kendaraan, kesehatan, dan fasilitas dinas lainnya
Besaran remunerasi individu Direksi Antam tidak dipublikasikan secara rinci dalam laporan tahunan. Perseroan hanya menyampaikan total remunerasi yang diterima seluruh anggota direksi sesuai persetujuan RUPS.
Harta Kekayaan
Saat masih menjabat sebagai pejabat negara di lingkungan TNI, Untung Budiharto tercatat sebagai penyelenggara negara yang wajib menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
LHKPN miliknya menunjukkan kepemilikan sejumlah aset berupa:
Tanah dan bangunan.
Kendaraan bermotor.
Kas dan setara kas.
Harta bergerak lainnya.
Namun setelah pensiun dari jabatan sebagai penyelenggara negara dan menjabat sebagai Direktur Utama Antam, pelaporan LHKPN mengikuti ketentuan yang berlaku bagi jabatan tersebut.
Kontroversi Tim Mawar
Nama Untung Budiharto tidak dapat dipisahkan dari sejarah Tim Mawar Kopassus, sebuah tim kecil yang dibentuk pada 1997 di lingkungan Grup IV Kopassus.
Tim tersebut kemudian dikaitkan dengan operasi penculikan sejumlah aktivis pro-demokrasi menjelang reformasi 1998.
Dalam perkara tersebut, Untung Budiharto termasuk anggota Tim Mawar yang diproses melalui Mahkamah Militer.
Dalam proses banding, ia dijatuhi hukuman pidana penjara tanpa pemberhentian tetap dari dinas militer, sehingga tetap dapat melanjutkan karier di lingkungan TNI hingga mencapai pangkat Letnan Jenderal.
Perkara tersebut menjadi salah satu bagian paling banyak disorot dalam rekam jejak kariernya hingga kini.
Rekam Jejak Kepemimpinan
Selama berkarier, Untung Budiharto dikenal memiliki pengalaman memimpin organisasi besar dengan karakter yang berbeda-beda, mulai dari satuan tempur TNI, lembaga penanggulangan terorisme, perusahaan transportasi publik, hingga perusahaan pertambangan nasional.
Pengangkatannya sebagai Direktur Utama Antam dinilai membawa perspektif baru dalam penguatan tata kelola, disiplin organisasi, serta pengawasan operasional perusahaan.
Ke depan, tantangan yang dihadapinya tidak ringan. Selain menjaga kinerja Antam di tengah fluktuasi harga komoditas global, Untung juga dituntut memperkuat hilirisasi mineral, meningkatkan nilai tambah produk tambang nasional, serta menjaga praktik tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di salah satu BUMN strategis Indonesia.