Suarapantura.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan penting kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan tidak boleh dimanfaatkan sebagai sarana untuk membalas dendam maupun kepentingan politik.
Menurut Presiden, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum hanya dapat terjaga apabila hukum diterapkan secara profesional, objektif, dan berpihak pada keadilan.
Penegakan Hukum Harus Berlandaskan Keadilan
Dalam amanatnya, Prabowo mengingatkan bahwa setiap aparat kepolisian memiliki tanggung jawab besar untuk menegakkan hukum tanpa diskriminasi.
Ia meminta seluruh anggota Polri:
Menjalankan tugas sesuai aturan hukum.
Berani membela kebenaran.
Melindungi masyarakat yang lemah.
Tidak takut terhadap tekanan dari pihak mana pun.
Menjadikan keadilan sebagai dasar setiap keputusan.
Presiden juga menegaskan bahwa hukum tidak boleh diperalat untuk menyerang ataupun membalas lawan politik. Prinsip tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Kepercayaan Publik Menjadi Modal Utama Polri
Selain menyinggung penegakan hukum, Prabowo mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan aset paling berharga bagi institusi kepolisian.
Ia mengajak seluruh anggota Polri untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, bukan justru menjadi pihak yang menyulitkan warga.
Menurutnya, seluruh fasilitas, anggaran, hingga kesejahteraan aparat negara berasal dari rakyat sehingga sudah menjadi kewajiban setiap anggota Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Polri Diminta Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyoroti tantangan keamanan yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Ia menilai aparat kepolisian harus terus meningkatkan kapasitas melalui:
Penguasaan ilmu pengetahuan.
Pemanfaatan teknologi modern.
Pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Peningkatan profesionalisme sumber daya manusia.
Menurut Prabowo, bentuk kejahatan di masa depan akan semakin kompleks sehingga hanya dapat dihadapi oleh aparat yang terus belajar dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Penegakan Hukum yang Adil Dinilai Menjadi Fondasi Negara
Presiden menekankan bahwa Indonesia membutuhkan institusi kepolisian yang dipercaya masyarakat untuk menjaga stabilitas nasional.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi, ketahanan pangan, hingga transformasi bangsa hanya dapat berjalan apabila keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Karena itu, Polri memiliki peran strategis dalam memastikan setiap warga negara memperoleh perlindungan hukum secara setara tanpa adanya intervensi kepentingan tertentu.
Ringkasan
Pidato Presiden Prabowo pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menegaskan beberapa pesan utama kepada Polri, yaitu:
Hukum harus ditegakkan secara adil tanpa diskriminasi.
Penegakan hukum tidak boleh dijadikan alat balas dendam maupun kepentingan politik.
Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama institusi kepolisian.
Anggota Polri diminta selalu melindungi dan melayani rakyat.
Profesionalisme aparat perlu ditingkatkan melalui penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan.
Kepolisian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung pembangunan Indonesia.
Sumber: Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang disampaikan pada 1 Juli 2026, sebagaimana diberitakan sejumlah media nasional.