Suarapantura.com - Upaya aparat kepolisian menyelamatkan seorang perempuan yang diduga menjadi korban penyekapan oleh mantan kekasihnya di Kendari, Sulawesi Tenggara, berujung ricuh. Saat proses evakuasi berlangsung, sejumlah warga melakukan perlawanan dengan melempari petugas menggunakan batu sehingga situasi menjadi tidak terkendali.
Meski korban berhasil diamankan, pelaku memanfaatkan kericuhan tersebut untuk melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Kronologi Polisi Diserang Saat Evakuasi Korban
Peristiwa bermula ketika keluarga korban melaporkan dugaan penculikan kepada pihak kepolisian setelah korban tidak dapat dihubungi.
Berdasarkan laporan tersebut, tim kepolisian melakukan penyelidikan dan menemukan lokasi korban berada di sebuah rumah di kawasan Kelurahan Jati Mekar, Kecamatan Kendari.
Saat petugas hendak melakukan penyelamatan, situasi berubah menjadi ricuh karena sekelompok warga yang diduga memiliki hubungan dengan pelaku melakukan penyerangan terhadap polisi.
Akibat aksi pelemparan batu tersebut:
Petugas mengalami kesulitan melakukan pengamanan.
Evakuasi korban berlangsung dalam kondisi berbahaya.
Pelaku berhasil melarikan diri memanfaatkan situasi yang kacau.
Polisi tetap memprioritaskan keselamatan korban hingga berhasil dievakuasi.
Dugaan Motif Penyekapan
Berdasarkan keterangan kepolisian, pelaku diduga tidak menerima hubungan asmaranya telah berakhir.
Korban yang sedang bekerja kemudian dipaksa ikut oleh pelaku dan dibawa ke rumahnya. Di lokasi tersebut korban diduga dikurung di dalam kamar yang pintunya dikunci sehingga tidak dapat keluar.
Pihak kepolisian juga mengungkap dugaan bahwa korban mengalami kekerasan seksual disertai ancaman selama berada di lokasi penyekapan.
Korban Diduga Diancam dengan Penyebaran Video Pribadi
Selain penyekapan, penyidik mengungkap adanya dugaan intimidasi lain yang dilakukan pelaku.
Korban disebut mendapat ancaman bahwa video pribadi mereka akan disebarluaskan apabila menolak mengikuti kemauan pelaku. Ancaman tersebut diduga membuat korban berada dalam tekanan psikologis selama disekap.
Meski demikian, korban akhirnya berhasil menghubungi keluarganya sehingga informasi tersebut segera diteruskan kepada aparat kepolisian.
Polisi Masih Memburu Pelaku
Kepolisian memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Selain memburu pelaku yang melarikan diri, penyidik juga mendalami aksi penyerangan terhadap aparat saat proses penyelamatan berlangsung. Polisi menegaskan seluruh pihak yang terbukti menghalangi penegakan hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Pernyataan Resmi Kepolisian
Kapolresta Kendari, Kombes Edwin L. Sengka, menjelaskan bahwa operasi penyelamatan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari orang tua korban mengenai dugaan penculikan.
Sementara itu, Dantim 1 Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sulawesi Tenggara, Bripka Boy Sagita, menyatakan pelaku berhasil melarikan diri akibat kondisi di lokasi yang tidak kondusif karena adanya tekanan massa. Polisi memastikan pengejaran terhadap pelaku masih terus dilakukan.
Poin Penting
Polisi menerima laporan dugaan penculikan dari keluarga korban.
Korban ditemukan di sebuah rumah di Kelurahan Jati Mekar, Kendari.
Proses penyelamatan diwarnai serangan batu dari sejumlah warga.
Korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Pelaku kabur saat situasi ricuh dan masih menjadi buronan.
Polisi terus menyelidiki pelaku penyekapan maupun pihak yang menyerang petugas.