Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Dudung Pangkas Pelatihan Calon Manajer Kopdes Jadi 1,5 Bulan

Isabella Aluna Zahira•
Nasional

Suarapantura.com - Pemerintah melakukan penyesuaian terhadap program pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Koperasi Nelayan Merah Putih. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menyampaikan bahwa durasi pelatihan yang semula dirancang selama dua bulan kini dipersingkat menjadi satu setengah bulan. Kebijakan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang sedang berjalan.

Alasan Durasi Pelatihan Dipersingkat

Menurut Dudung, perubahan waktu pelatihan dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan peserta yang nantinya akan bertugas sebagai pengelola koperasi di berbagai daerah.

Evaluasi pemerintah menunjukkan bahwa materi pelatihan perlu lebih berorientasi pada kemampuan manajerial dan tata kelola koperasi dibandingkan aktivitas yang bersifat kemiliteran. Oleh karena itu, sebagian kegiatan fisik dan pelatihan militer dikurangi agar peserta dapat lebih fokus pada kompetensi inti yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Poin Perubahan Utama

  • Durasi pelatihan dipangkas dari sekitar dua bulan menjadi 1,5 bulan.

  • Materi manajemen koperasi mendapat porsi yang lebih besar.

  • Kegiatan fisik dan pelatihan bercorak militer dikurangi.

  • Fokus pembelajaran diarahkan pada kepemimpinan, pengelolaan usaha, dan tata kelola organisasi.

Evaluasi Program Setelah Muncul Sejumlah Insiden

Perubahan kebijakan ini tidak lepas dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan pemerintah setelah sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian pelatihan sebelumnya. Kondisi tersebut mendorong Kementerian Pertahanan untuk meninjau kembali metode pendidikan dan pembinaan yang diterapkan.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah juga mengubah nomenklatur pelatihan dari Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Beberapa materi teknis militer, termasuk latihan menembak, tidak lagi menjadi bagian utama program.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Fokus Baru: Mencetak Manajer Koperasi Profesional

Kementerian Pertahanan melalui Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa pelatihan kini lebih diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin kerja, kepemimpinan, dan kemampuan mengelola koperasi secara profesional. Peserta tetap mendapatkan pembinaan kedisiplinan, tetapi dengan pendekatan yang lebih sesuai bagi warga sipil dan calon pengelola usaha.

Kompetensi yang Diprioritaskan

  • Manajemen koperasi modern

  • Tata kelola keuangan

  • Kepemimpinan organisasi

  • Pengembangan usaha masyarakat

  • Pelayanan anggota koperasi

  • Penguatan karakter dan integritas kerja

Pendekatan ini dinilai lebih relevan dengan tugas para calon manajer yang nantinya bertanggung jawab mengembangkan koperasi desa dan kampung nelayan di berbagai wilayah Indonesia.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Harapan Pemerintah terhadap Program Kopdes

Program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia untuk mengelola jaringan Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Sebelumnya, lebih dari 35 ribu peserta direkrut untuk mengikuti pembinaan sebelum ditempatkan di berbagai daerah.

Dengan durasi yang lebih efisien dan materi yang lebih fokus pada aspek manajerial, pemerintah berharap para lulusan program mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi secara berkelanjutan.

Kesimpulan

Pemangkasan durasi pelatihan calon manajer Kopdes menjadi 1,5 bulan menandai perubahan arah kebijakan pemerintah dalam menyiapkan pengelola koperasi. Jika sebelumnya pelatihan banyak menekankan aspek kedisiplinan dan kemiliteran, kini fokus utama bergeser ke penguatan kemampuan manajemen, kepemimpinan, dan pengelolaan usaha koperasi. Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan manajer koperasi yang lebih profesional dan siap mendukung pembangunan ekonomi masyarakat desa.

Tags:
#Pelatihan Manajer Kopdes#Koperasi Desa Merah Putih#Dudung Abdurachman
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…