Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Profil Gregory Hendra Lembong: Presiden Direktur BCA, Karier, Pendidikan, Kekayaan, Gaji, hingga Rekam Jejak

Sabila JP•
Nasional

Suarapantura.com - Gregory Hendra Lembong merupakan salah satu bankir paling berpengalaman di Indonesia. Setelah lebih dari tiga dekade berkarier di industri perbankan global dan nasional, ia dipercaya memimpin PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai Presiden Direktur.

Namanya dikenal sebagai sosok di balik berbagai transformasi digital dan pengembangan layanan transaksi perbankan di sejumlah bank internasional maupun nasional sebelum akhirnya bergabung dengan BCA.

Biodata Singkat

  • Nama lengkap: Gregory Hendra Lembong

  • Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 23 Januari 1972

  • Usia: 54 tahun (2026)

  • Kewarganegaraan: Indonesia

  • Jabatan: Presiden Direktur BCA

  • Mulai menjabat: Efektif sejak RUPS Tahunan 2026 setelah memperoleh persetujuan OJK pada 9 April 2025.

Pendidikan

Meski kini dikenal sebagai bankir, latar belakang akademiknya justru berasal dari bidang teknik.

Pendidikan yang ditempuh Gregory meliputi:

  • Bachelor of Science (B.Sc.) Chemical Engineering

    • University of Washington, Amerika Serikat

  • Master of Science (M.Sc.) Engineering Economic Systems

    • Stanford University, Amerika Serikat

Perpaduan ilmu teknik dan ekonomi tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun strategi transformasi bisnis serta digitalisasi sektor keuangan.

Perjalanan Karier

Gregory memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di industri perbankan internasional dan domestik.

Citibank (1994–2009)

Karier dimulai sebagai Management Associate di Citibank.

Selama sekitar 15 tahun ia menduduki berbagai posisi strategis di Asia maupun Eropa, antara lain:

  • Product Management

  • Regional Strategy

  • Trade Finance

  • Cash Management

  • Regional Head of Channel

  • Director Network & Alliances EMEA

Deutsche Bank London (2009–2010)

Menjabat sebagai:

  • Global COO

  • Head of Business Development

Fokus pada pengembangan bisnis Trade Finance dan Corporate Cash Management.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

J.P. Morgan Asia Pacific, Singapura (2010–2013)

Menjadi:

  • Regional Head of Transaction Services

Membawahi layanan:

  • Cash Management

  • Liquidity

  • Foreign Exchange

CIMB Niaga & CIMB Group (2013–2020)

Gregory kemudian pulang ke Indonesia.

Beberapa jabatan yang pernah diemban:

  • Chief of Transaction Banking

  • CEO Group Transaction Banking CIMB Group

  • Chief Fintech Officer CIMB Group Malaysia

  • Chief Transformation Officer CIMB Niaga

Di sinilah ia dikenal sebagai motor transformasi digital CIMB.

Bergabung dengan BCA

Gregory bergabung dengan BCA pada tahun 2020.

Kariernya berkembang sangat cepat.

Direktur BCA

Membawahi:

  • Strategic Information Technology

  • Enterprise Security

Selain itu turut mengawasi:

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
  • BCA Digital

  • PT Central Capital Ventura

Wakil Presiden Direktur (2022–2025)

Melakukan supervisi terhadap:

  • Direktur Keuangan

  • Direktur Perencanaan Perusahaan

  • Direktur Transaction Banking

Serta bertanggung jawab atas:

  • Strategic Information Technology Group

  • Operation Strategy & Development Group

Presiden Direktur BCA

Melalui RUPS Tahunan 2025, Gregory ditunjuk menjadi Presiden Direktur menggantikan Jahja Setiaatmadja.

Penunjukan tersebut efektif setelah memperoleh persetujuan OJK dan berlaku sejak penutupan RUPS Tahunan 2026.

Fokus Kepemimpinan

Sebagai Presiden Direktur, Gregory diperkirakan akan melanjutkan berbagai agenda besar BCA, antara lain:

  • transformasi digital,

  • penguatan mobile banking,

  • pengembangan artificial intelligence,

  • keamanan siber,

  • ekspansi BCA Digital,

  • peningkatan layanan transaksi korporasi,

  • penguatan efisiensi operasional.

Kekayaan Gregory Hendra Lembong

Hingga saat ini Gregory Hendra Lembong tidak memiliki Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) karena bukan pejabat negara.

Selain itu, BCA sebagai perusahaan terbuka juga tidak pernah mengungkapkan nilai kekayaan pribadi direksi.

Dengan demikian:

  • Total kekayaan: tidak dipublikasikan.

  • Aset pribadi: tidak tersedia untuk publik.

  • Investasi pribadi: tidak diketahui.

Tidak ada sumber resmi yang dapat memastikan jumlah kekayaannya.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Berapa Gaji Gregory Hendra Lembong?

BCA tidak mengungkapkan gaji masing-masing direksi, termasuk Presiden Direktur.

Yang dipublikasikan hanyalah total remunerasi seluruh Direksi dan Dewan Komisaris.

Berdasarkan laporan tahunan BCA:

  • remunerasi seluruh Direksi mencapai ratusan miliar rupiah per tahun,

  • namun pembagian kepada masing-masing direktur tidak dipublikasikan.

Estimasi Pendapatan Bulanan

Karena tidak ada angka resmi, tidak dapat dipastikan berapa pendapatan Gregory Hendra Lembong setiap bulan.

Berbagai estimasi yang beredar di media maupun media sosial tidak memiliki dasar resmi sehingga tidak dapat dijadikan acuan.

Dengan demikian, pendapatan bulanannya tidak dipublikasikan oleh BCA.

Penghargaan dan Keahlian

Gregory dikenal memiliki keahlian dalam:

  • Digital Transformation

  • Transaction Banking

  • Corporate Cash Management

  • Treasury

  • Trade Finance

  • Enterprise Technology

  • Business Strategy

  • Fintech

  • Corporate Banking

Apakah Pernah Terjerat Kasus?

Hingga Juli 2026, tidak terdapat catatan resmi yang menunjukkan Gregory Hendra Lembong pernah menjadi tersangka, terdakwa, maupun terpidana dalam perkara pidana, korupsi, atau kasus hukum lainnya.

Ia juga tidak tercatat pernah dikenai sanksi regulator yang diumumkan kepada publik. Berdasarkan informasi yang tersedia, rekam jejak profesionalnya di industri perbankan relatif bersih.

Tags:
#Bank BCA#Gregory Hendra Lembong#University of Washington#Stanford University#Bangkir
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…