Suarapantura.com - Partai Gerindra memberikan teguran kepada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, menyusul polemik lagu berbahasa Sunda berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat yang menuai kritik dari berbagai kalangan. Meski lagu tersebut disebut dibuat sebelum menjabat sebagai kepala daerah, partai tetap menilai peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pejabat publik.
Gerindra Minta Kepala Daerah Menjaga Etika
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima penjelasan dari Bupati Purwakarta bahwa lagu tersebut merupakan karya lama yang diciptakan sebelum dirinya menjabat.
Namun demikian, Sugiat menegaskan bahwa seorang pejabat publik harus berhati-hati dalam menyampaikan karya maupun pernyataan yang berpotensi menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.
Menurutnya, setiap kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk:
Menjaga etika dalam kehidupan publik.
Menghindari konten yang berpotensi menyinggung kelompok tertentu.
Memberikan teladan kepada masyarakat.
Tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Lagu Dinilai Menimbulkan Polemik
Kontroversi muncul setelah lirik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat beredar luas di media sosial. Sejumlah pihak menilai beberapa bagian lirik mengandung stereotip terhadap perempuan dan dianggap tidak selaras dengan nilai penghormatan terhadap martabat perempuan.
Kritik tersebut kemudian memicu berbagai respons, termasuk somasi dari organisasi bantuan hukum yang menilai isi lagu mengandung unsur yang merendahkan perempuan.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf Bupati Purwakarta
Menanggapi kritik yang berkembang, Bupati Purwakarta menyampaikan bahwa lagu tersebut merupakan karya pribadi yang dibuat pada 2020 sebagai bentuk refleksi kehidupan, bukan ditujukan untuk merendahkan perempuan ataupun kelompok tertentu.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat apabila lirik lagu tersebut menimbulkan ketidaknyamanan atau disalahartikan oleh publik.
Pelajaran bagi Pejabat Publik
Gerindra menilai polemik ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh pejabat publik bahwa aktivitas pribadi maupun karya yang pernah dibuat tetap dapat menjadi perhatian masyarakat ketika seseorang memegang jabatan publik.
Partai juga menekankan pentingnya menjaga norma, etika, dan sensitivitas sosial agar tidak memicu kontroversi yang dapat mengganggu fokus pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.
Poin Penting
Gerindra menegur Bupati Purwakarta terkait polemik lagu Lalaki Langit.
Lagu disebut dibuat sebelum Saepul Bahri Binzein menjabat sebagai bupati.
Partai meminta seluruh pejabat publik menjaga etika dan berhati-hati dalam berkarya.
Lagu tersebut menuai kritik karena dinilai mengandung stereotip terhadap perempuan.
Bupati Purwakarta telah memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.