Suarapantura.com - Danantara Indonesia akhirnya mempublikasikan hasil kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setelah seluruh perusahaan pelat merah menyelesaikan laporan keuangan tahun buku 2025. Namun, publik mempertanyakan mengapa lembaga tersebut hanya membuka capaian 11 BUMN, padahal jumlah perusahaan dalam ekosistem Danantara mencapai ratusan.
Menjawab pertanyaan tersebut, Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menegaskan bahwa daftar yang diumumkan bukanlah keseluruhan kinerja BUMN.
Menurutnya, 11 perusahaan tersebut dipilih karena menunjukkan peningkatan performa paling menonjol selama periode April 2025 hingga April 2026.
"Pemilihan ini tidak dimaksudkan sebagai daftar yang bersifat menyeluruh, melainkan sebagai sorotan atas sejumlah BUMN dengan peningkatan kinerja yang menonjol sejak berada dalam ekosistem pengelolaan Danantara Indonesia," ujar Rohan dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Ia juga menegaskan masih banyak BUMN lain yang mencatatkan perkembangan positif, meski tidak dimasukkan dalam daftar yang dipublikasikan.
Berikut 11 BUMN yang Disorot Danantara
Dalam laporan tersebut, Danantara memaparkan sejumlah perusahaan yang berhasil membukukan peningkatan laba signifikan, yakni:
Pertamina mencatat laba Rp24,9 triliun atau naik Rp11 triliun (80 persen).
Pupuk Indonesia meraih laba Rp4,8 triliun atau meningkat Rp3,2 triliun (202 persen).
Pelindo membukukan laba Rp1,5 triliun atau naik Rp900 miliar (169 persen).
InJourney mencatat laba Rp300 miliar atau meningkat 33 persen.
BRI membukukan laba Rp21,2 triliun atau naik 15 persen.
Bank Mandiri meraih laba Rp21,3 triliun atau meningkat 13 persen.
BNI mencetak laba Rp7,2 triliun atau naik 6 persen.
Adhi Karya membukukan laba Rp69 miliar atau melonjak 667 persen.
Krakatau Steel berbalik dari rugi Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar.
Kimia Farma berubah dari rugi Rp160 miliar menjadi laba Rp108 miliar.
Semen Indonesia membalikkan kerugian Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar.
Menurut Danantara, beberapa perusahaan yang sebelumnya merugi berhasil kembali mencetak laba setelah menjalani restrukturisasi dan memperoleh dukungan modal melalui Danantara Asset Management (DAM).
Investasi Mulai Direalisasikan
Selain memaparkan kinerja perusahaan, Danantara juga menyampaikan telah mulai merealisasikan mandat investasinya menggunakan sebagian dividen BUMN tahun 2025.
Sejumlah proyek strategis yang telah berjalan antara lain:
Pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah.
Proyek Waste-to-Energy (WTE) untuk pengelolaan sampah menjadi energi.
Program yang mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan peningkatan ketahanan energi nasional.
Meski demikian, belum dijelaskan secara rinci alasan mengapa data kinerja BUMN lainnya belum dipublikasikan kepada masyarakat. Hal ini membuat publik masih menunggu transparansi lebih luas mengenai performa seluruh perusahaan yang berada di bawah pengelolaan Danantara Indonesia.