Suarapantura.com – Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kembali menjadi perhatian publik setelah rumah dinasnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terlihat dijaga personel TNI di tengah penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan aparat kepolisian.
Sorotan terhadap Febrie muncul bersamaan dengan penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya di sejumlah lokasi di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Dalam operasi tersebut, penyidik menggeledah sejumlah lokasi, termasuk Cafe de'CLAN Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Penggeledahan merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan sejumlah perkara.
Penyidik menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari dan berisi uang dalam mata uang dolar Amerika Serikat serta dolar Singapura. Selain itu, sejumlah dokumen juga diamankan sebagai barang bukti.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan penyidik masih melakukan pendataan dan penghitungan terhadap uang yang ditemukan dalam penggeledahan tersebut.
Selain di Cipete, penggeledahan juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, termasuk kawasan Sudirman, Kuningan, rumah pribadi, hingga kantor yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diusut.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Victor Dean Mackbon menjelaskan penyidikan dilakukan berdasarkan dua laporan polisi terkait dugaan tindak pidana korupsi, suap, dan pencucian uang. Perkara tersebut berkaitan dengan penanganan PT Asabri (Persero), PT Asuransi Jiwasraya (Persero), serta dugaan TPPU dalam penyelesaian pembayaran PT CBS kepada PT KNO.
Profil Febrie Adriansyah
Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H. lahir di Jakarta pada 19 Februari 1968. Meski lahir di ibu kota, ia menghabiskan masa kecil hingga menyelesaikan pendidikan menengah di Provinsi Jambi.
Ia kemudian menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Jambi sebelum melanjutkan pendidikan Magister dan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Airlangga, Surabaya.
Kariernya sebagai jaksa dimulai pada 1996 di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Jambi. Seiring perjalanan kariernya, Febrie dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, antara lain Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa Timur, Wakil Kepala Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta, Wakil Kepala Kejati DKI Jakarta, hingga Kepala Kejati Nusa Tenggara Timur.
Ia kemudian menjabat Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus sebelum dipercaya menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada Juli 2021.
Pada 10 Januari 2022, Febrie dilantik sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dan masih menjabat hingga saat ini.
Harta Kekayaan Febrie Adriansyah
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan per 31 Desember 2024, total kekayaan Febrie Adriansyah mencapai Rp18.261.445.180.
Aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp14.852.820.000 yang tersebar di Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan Bandung. Sebagian aset diperoleh dari hasil sendiri dan sebagian berasal dari warisan.
Untuk kendaraan bermotor, Febrie melaporkan kepemilikan empat unit mobil dengan nilai total Rp2.310.500.000, yakni:
Honda HR-V tahun 2018.
Toyota Land Cruiser Prado tahun 2020.
Peugeot 2008 AT tahun 2018.
Toyota Alphard 2.5 G tahun 2021.
Selain itu, ia juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp60 juta, kas dan setara kas sebesar Rp938.125.180, serta harta lainnya senilai Rp100 juta.
Dalam laporan LHKPN tersebut tidak tercatat adanya utang sehingga total kekayaan bersihnya tetap sebesar Rp18.261.445.180.
Sejumlah Perkara Besar yang Pernah Ditangani
Sejak menjabat sebagai Jampidsus, Febrie Adriansyah memimpin penanganan sejumlah perkara korupsi berskala besar di Indonesia.
Beberapa di antaranya meliputi perkara dugaan korupsi tata niaga timah PT Timah, korupsi PT Asuransi Jiwasraya, proyek BTS 4G Kominfo, dugaan korupsi impor gula, perkara jual beli emas PT Antam, serta sejumlah kasus dugaan suap yang melibatkan aparat penegak hukum.
Hingga kini, Febrie Adriansyah masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Agung.