Suarapantura.com - Dua nasabah Bank Sulselbar di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban penipuan siber bermodus link phishing yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp. Akibat kejadian tersebut, total kerugian yang dialami kedua korban mencapai Rp34,2 juta.
Peristiwa itu kini telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kepulauan Selayar untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Korban Kehilangan Puluhan Juta Rupiah
Korban pertama diketahui bernama Titi Suhandayani, warga Desa Kayuadi, Kecamatan Taka Bonerate. Ia mengaku kehilangan dana sebesar Rp29,7 juta dari rekening miliknya.
Sementara korban kedua, Andi Magfirawati, warga Kecamatan Benteng, mengalami kerugian sebesar Rp4,5 juta.
Berdasarkan keterangan korban, uang di rekening mereka diduga berpindah setelah mengakses tautan yang dikirim melalui WhatsApp dan diduga mengatasnamakan layanan Bank Sulselbar.
Diduga Gunakan Modus Link Phishing
Korban menduga pelaku menggunakan modus phishing, yakni mengirim tautan palsu yang menyerupai layanan resmi bank untuk memperoleh data penting seperti identitas, nomor rekening, hingga informasi perbankan lainnya.
Setelah data tersebut diperoleh, pelaku diduga melakukan transaksi tanpa sepengetahuan maupun persetujuan pemilik rekening.
Modus serupa belakangan memang marak digunakan pelaku kejahatan siber dengan memanfaatkan pesan singkat, media sosial, maupun aplikasi perpesanan.
Kasus Dilaporkan ke Polisi
Merasa dirugikan, kedua korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kepulauan Selayar agar pelaku dapat segera diungkap.
Selain berharap proses hukum berjalan, korban juga meminta adanya evaluasi terhadap sistem perlindungan keamanan transaksi perbankan.
"Kami berharap ada solusi dan tanggung jawab dari pihak Bank Sulselbar berupa ganti kerugian atas apa yang kami alami. Karena kami menilai perlindungan keamanan terhadap uang nasabah masih perlu diperkuat," ujar salah seorang korban.
Bank Sulselbar Belum Beri Keterangan
Hingga artikel ini diterbitkan, Bank Sulselbar Cabang Selayar belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penipuan yang menimpa dua nasabah tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku, menelusuri aliran dana, serta memastikan kronologi lengkap dalam kasus dugaan penipuan siber tersebut.
Waspada Modus Phishing
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tautan atau pesan yang mengatasnamakan lembaga keuangan.
Nasabah disarankan untuk:
Tidak mengklik tautan dari nomor yang tidak dikenal.
Tidak memberikan PIN, password, OTP, atau data pribadi kepada siapa pun.
Selalu mengakses layanan perbankan melalui aplikasi atau situs resmi.
Segera menghubungi call center resmi bank jika menerima pesan yang mencurigakan.
Perlu dicatat, hingga saat ini penyebab pasti berpindahnya dana masih dalam penyelidikan kepolisian. Belum ada kesimpulan resmi mengenai adanya kebocoran sistem di Bank Sulselbar maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.