Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Menkeu Purbaya Tegaskan Pembayaran Pikap KDMP Baru Dicairkan Setelah Audit, Respons Temuan ICW

Sabila JP•
Nasional

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto : Ist

Suarapantura.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pembayaran pengadaan mobil pikap untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hanya akan dilakukan setelah proses audit selesai. Langkah tersebut diambil untuk memastikan seluruh transaksi pengadaan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat merespons temuan Indonesian Corruption Watch (ICW) yang menyoroti dugaan kejanggalan dalam pengadaan mobil pikap untuk program tersebut.

Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/7/2026), Purbaya mengaku belum menerima dokumen maupun data pendukung yang disampaikan ICW terkait dugaan penyimpangan tersebut.

"Nggak ada. Saya belum lihat," kata Purbaya singkat.

Meski demikian, ia memastikan penggunaan anggaran negara tidak akan dicairkan sebelum seluruh proses pemeriksaan dan audit selesai dilakukan.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Menurut Purbaya, mekanisme pengawasan akan menjadi dasar sebelum pembayaran dilakukan kepada pihak terkait.

"Jadi saya secure. Aman. Hajar aja tuh BUMN-BUMN," ujarnya.

ICW Soroti Dugaan Selisih Harga

Sebelumnya, ICW mengungkap dugaan adanya penyimpangan dalam pengadaan mobil pikap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (APN).

Berdasarkan hasil pemantauan awal, ICW menemukan dugaan selisih harga pembelian sekitar Rp61 juta hingga Rp69 juta per unit.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Apabila dikalikan dengan target pengadaan mencapai 80 ribu unit, potensi nilai dugaan penyimpangan diperkirakan mencapai sekitar Rp4,86 triliun hingga Rp5,54 triliun.

ICW menilai proses pengadaan tersebut berpotensi tidak memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, serta persaingan usaha yang sehat.

Organisasi antikorupsi itu juga menyatakan akan membawa temuan tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apabila ditemukan bukti yang memadai.

5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak
Baca Juga · Nasional
5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak

Skema Pembiayaan Melalui Himbara

Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2026, pengadaan kendaraan dilakukan melalui skema pinjaman dari bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Pokok pinjaman beserta bunga akan ditanggung pemerintah melalui realokasi anggaran Dana Desa, termasuk pemberian subsidi atau masa tenggang pembayaran cicilan selama dua tahun pertama.

Karena menggunakan anggaran negara, Purbaya menegaskan seluruh proses harus melalui mekanisme audit agar penggunaan dana tetap akuntabel.

Sementara itu, publik masih menunggu hasil audit resmi serta penjelasan dari PT Agrinas Pangan Nusantara, kementerian terkait, dan aparat penegak hukum mengenai dugaan penyimpangan tersebut.

Tags:
#Menteri Keuangan#Koperasi Merah Putih#purbaya yudhi sadewa#Korupsi
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…