Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

3 Warga Tewas, Puluhan Rumah Ludes Saat Konflik Lahan di Flores Timur Kembali Meledak

Sabila JP•
Nasional

SIAGA- Aparat keamanan melakukan pengamanan di wilayah konflik sengketa tanah ulayat di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Sabtu (18/7/2026). Pengamanan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Suarapantura.com - Konflik sengketa tanah adat yang telah berlangsung bertahun-tahun di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memakan korban jiwa. Bentrokan antarwarga di Kecamatan Adonara Timur dilaporkan menewaskan tiga orang, melukai sejumlah warga, serta menyebabkan puluhan rumah hangus terbakar.

Peristiwa berdarah tersebut melibatkan kelompok warga dari Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak. Ketegangan yang sebelumnya sempat mereda kembali memuncak hingga berujung aksi saling serang dan pembakaran rumah.

Aparat keamanan dari TNI dan Polri langsung diterjunkan ke lokasi guna mengendalikan situasi sekaligus mencegah bentrokan susulan.

Konflik Tanah Adat Berulang

Sengketa lahan di Adonara Timur bukan persoalan baru. Konflik serupa telah berulang dalam beberapa tahun terakhir dan dipicu klaim kepemilikan tanah adat atau tanah ulayat yang hingga kini belum menemukan penyelesaian.

Berbagai upaya mediasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama tokoh adat disebut belum mampu mengakhiri perselisihan secara permanen.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Pada Maret 2026, bentrokan serupa juga terjadi di wilayah yang sama. Saat itu tiga warga dilaporkan mengalami luka akibat senjata rakitan dan sejumlah bangunan ikut terbakar.

Sempat Dikaitkan dengan Kopdes Merah Putih

Di tengah berkembangnya informasi di masyarakat, bentrokan terbaru sempat dikaitkan dengan sengketa lahan yang disebut berkaitan dengan rencana pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Namun, sejumlah pihak, termasuk Kementerian Koperasi, sebelumnya telah menegaskan bahwa konflik tersebut merupakan persoalan lama mengenai tanah ulayat dan bukan dipicu oleh program Kopdes Merah Putih.

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah muncul berbagai spekulasi mengenai keterkaitan proyek koperasi dengan bentrokan antarwarga di Flores Timur.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Puluhan Rumah Terbakar

Selain menelan korban jiwa, bentrokan juga mengakibatkan puluhan rumah warga terbakar.

Akibatnya, banyak keluarga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman.

Kondisi ini mengulang peristiwa serupa pada konflik-konflik sebelumnya yang juga menyebabkan kerusakan permukiman dan perpindahan warga secara massal.

Aparat dan Tokoh Adat Berupaya Redam Konflik

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan tokoh adat kini terus berupaya meredam situasi agar tidak meluas.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Pendekatan adat dinilai menjadi salah satu solusi penting untuk menyelesaikan sengketa yang telah berlangsung turun-temurun tersebut.

Sejumlah tokoh masyarakat juga menilai penyelesaian status kepemilikan tanah secara menyeluruh menjadi langkah utama agar konflik serupa tidak kembali memakan korban.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa persoalan tanah adat di Flores Timur masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penyelesaian secara hukum, sosial, dan adat agar tidak terus berulang di masa mendatang.

Tags:
#Flores Timur#NTT#kopdes merah putih#Kemenkop
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…