Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Aktivis Minta KPK Usut Direksi BNI Terkait Korupsi KUR

Rafael Samuel•
Nasional

Ilustrasi - Bank BNI

Suarapantura.com - Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan mengusut dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Jember terus menguat.

Aktivis Petani Sejahtera, Santoso, meminta lembaga antirasuah memperluas penyelidikan hingga memeriksa jajaran direksi BNI, termasuk Direktur Utama, menyusul penetapan sejumlah tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam perkara yang ditaksir merugikan keuangan negara sebesar Rp41,48 miliar.

Santoso menilai dugaan korupsi dengan nilai puluhan miliar rupiah tidak seharusnya dipandang sebagai persoalan yang hanya terjadi di tingkat cabang. Menurutnya, kasus tersebut berdampak langsung terhadap para petani yang menjadi sasaran program KUR pemerintah.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

"Hari ini Jember menjadi gambaran bagaimana oknum pegawai BNI mendzalimi petani. Padahal petani merupakan tulang punggung kesejahteraan bangsa melalui ketahanan pangan. Namun semangat dan jasa petani justru dikebiri karena dugaan korupsi KUR oleh oknum pegawai BNI. Ini tidak boleh terus terjadi. Cukup di Jember saja, maka KPK harus bergerak melakukan pemeriksaan secara menyeluruh."

Lebih lanjut, Santoso berpandangan besarnya nilai kerugian negara perlu menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri kemungkinan adanya kelemahan sistem pengawasan maupun pihak lain yang ikut bertanggung jawab. Ia menegaskan permintaan pemeriksaan terhadap Direksi BNI bukan berarti direksi telah terbukti bersalah, melainkan agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

"Jika di Jember terjadi penyelewengan dana KUR, maka ini menandakan birokrasi yang tidak sehat. Harusnya ada koordinasi antara cabang dengan pusat. Dana sebesar ini tentu melalui mekanisme dan pengawasan tertentu. Karena itu perlu ditelusuri secara menyeluruh. Jangan sampai praktik serupa juga terjadi di wilayah lain."

Santoso juga menekankan pentingnya penerapan tata kelola perusahaan dan standar operasional prosedur (SOP) dalam penyaluran kredit bersubsidi pemerintah. Menurutnya, seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan proses pengawasan perlu dimintai keterangan agar kasus serupa tidak kembali terulang.

5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak
Baca Juga · Nasional
5,7 Juta Akun Pelanggan Fore Kopi Bocor, Data Pribadi dan Riwayat Belanja Ikut Terdampak

"Setiap keputusan yang diambil dalam suatu perusahaan harus melalui koordinasi yang jelas dengan SOP yang ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan kebijakan. Dugaan korupsi sebesar Rp41 miliar bukan angka yang kecil. Karena itu kami mendesak KPK memeriksa seluruh pihak yang dinilai relevan, termasuk Direksi Bank BNI, guna memastikan apakah terdapat kelalaian pengawasan atau tanggung jawab lain sesuai hasil penyelidikan."

Sementara itu, perkara dugaan korupsi KUR BNI Cabang Jember saat ini masih ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Penyidik telah menetapkan sejumlah tersangka dan mengungkap dugaan penyimpangan penyaluran KUR periode 2021–2023 melalui pola channeling.

Di sisi lain, BNI menyatakan kasus tersebut berasal dari temuan internal yang telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum sejak 2024 serta menegaskan komitmennya menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk fraud.

Tags:
#KPK#BNI#Jember
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…