Setiyo Wibowo merupakan Direktur Risk Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (Istimewa)
Suarapantura.com – Setiyo Wibowo merupakan Direktur Risk Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN yang memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan, khususnya dalam bidang manajemen risiko, kredit, serta transformasi digital perbankan.
Pria kelahiran Kudus tahun 1977 tersebut berdomisili di Tangerang Selatan. Setiyo menjabat sebagai Direktur Risk Management BTN sejak 27 November 2019 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan. Pengangkatannya kemudian dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 3 Juli 2020.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian dari jajaran direksi BTN, Setiyo tercatat tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi maupun Komisaris lainnya serta pemegang saham perseroan.
Dari sisi pendidikan, Setiyo memiliki latar belakang akademik di bidang bisnis dan teknologi. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Business Administration in Finance & Banking di KDI School of Public Policy and Management, Korea Selatan. Sebelumnya, ia meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Sebelum menduduki posisi Direktur Risk Management BTN, Setiyo telah memiliki pengalaman panjang di industri perbankan nasional. Ia pernah berkarier di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan sejumlah posisi strategis.
Pada periode Januari 2015 hingga Januari 2017, Setiyo menjabat sebagai Group Head Consumer Deposit Bank Mandiri. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Group Head Credit Portfolio Risk pada Januari 2017 hingga Oktober 2018.
Kariernya berlanjut sebagai Group Head Consumer Credit Risk & Analytics Bank Mandiri hingga November 2019. Setelah bergabung dengan BTN, Setiyo dipercaya menjadi Direktur Enterprise Risk Management, Big Data & Analytics sejak November 2019 hingga Maret 2021.
Selanjutnya, ia menjabat sebagai Direktur Risk Management and Transformation BTN sejak Maret 2021 hingga saat ini, sebelum kemudian fokus sebagai Direktur Risk Management.
Kekayaan Setiyo Wibowo Capai Rp49,45 Miliar, Surat Berharga Jadi Aset Terbesar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 26 Maret 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp49.459.469.535.
Laporan tersebut telah berstatus Verifikasi Administratif Lengkap dan disampaikan melalui mekanisme LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai bentuk kewajiban pejabat penyelenggara negara.
Dari total kekayaan tersebut, komponen terbesar berasal dari kepemilikan surat berharga dengan nilai mencapai Rp21.448.890.463.
Selain surat berharga, Setiyo juga memiliki aset dalam bentuk kas dan setara kas sebesar Rp19.741.141.780. Dua komponen tersebut menjadi penyumbang terbesar dalam struktur kekayaannya.
Sementara itu, aset tanah dan bangunan yang dimiliki Setiyo tercatat senilai Rp8 miliar. Aset tersebut terdiri dari dua bidang properti yang seluruhnya berada di wilayah Tangerang Selatan.
Properti pertama berupa tanah dan bangunan seluas 364 meter persegi dengan luas bangunan 267 meter persegi yang memiliki nilai Rp5 miliar. Aset kedua berupa tanah dan bangunan seluas 128 meter persegi dengan luas bangunan 102 meter persegi senilai Rp3 miliar.
Di sektor kendaraan, Setiyo melaporkan kepemilikan empat unit mobil dengan total nilai mencapai Rp1,81 miliar.
Koleksi kendaraan tersebut terdiri dari:
BMW X1 Sedan tahun 2014 senilai Rp100 juta.
Nissan Grand Livina Minibus tahun 2009 senilai Rp60 juta.
Toyota Alphard tahun 2021 senilai Rp1 miliar.
Hyundai Ioniq 5 tahun 2024 senilai Rp650 juta.
Selain itu, Setiyo juga memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai sebesar Rp420 juta.
Dalam laporan LHKPN tersebut, total harta sebelum dikurangi kewajiban tercatat sebesar Rp51.420.032.243. Adapun jumlah utang yang dilaporkan mencapai Rp1.960.562.708.
Setelah dikurangi kewajiban, total kekayaan bersih Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo berada pada angka Rp49.459.469.535.