Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Ekonom UGM Sentil Kopdes Merah Putih, Ingatkan Jangan Sampai Jadi Alat Politik Pemerintah

Sabila JP•
Nasional

Ekonom FEB UGM, Amirullah Setya Hardi PhD.(Foto: Priyo Wicaksono)

Suarapantura.com - Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kembali menjadi sorotan. Kali ini kritik datang dari Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Amirullah Setya Hardi, yang menilai desain program tersebut berpotensi menyimpang dari prinsip dasar koperasi.

Menurut Amirullah, koperasi seharusnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan anggotanya, bukan dibebani berbagai target pembangunan maupun kepentingan pemerintah.

Sebut Tujuan Koperasi Harus Tunggal

Amirullah menilai konsep KDMP saat ini terlalu banyak memuat tujuan sehingga dikhawatirkan mengaburkan fungsi utama koperasi.

"KDMP itu kira-kira apa tujuannya? Banyak. Benar enggak? Enggak benar harusnya. Karena tujuan koperasi adalah tunggal, yaitu mencukupi kebutuhan anggota," ujarnya di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, kesejahteraan masyarakat akan tercipta secara otomatis apabila kebutuhan anggota koperasi benar-benar terpenuhi.

KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA
Baca Juga · Nasional
KPK Geledah Djarum, Kasus Cukai Membesar: Di Tengah Rumor Haji Isam dan Masa Depan BCA

Dianggap Berpotensi Jadi Alat Pemerintah

Amirullah mengingatkan sejarah koperasi di Indonesia pernah diwarnai penggunaan koperasi sebagai instrumen pemerintah.

Ia khawatir pola serupa kembali terulang melalui pembentukan KDMP secara besar-besaran.

"Ketika koperasi digunakan sebagai alat propaganda pemerintah, di situ muncul banyak penyimpangan," katanya.

Meski demikian, Amirullah tidak secara langsung menuduh pemerintah memiliki tujuan politik dalam program tersebut. Ia lebih menekankan perlunya evaluasi terhadap desain kebijakan agar tetap sejalan dengan prinsip-prinsip koperasi.

Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding
Baca Juga · Nasional
Kebut Kelengkapan Barbuk, Penyidik JAM Pidsus Cecar Anak Buah Dirut CNI Derian Sampetoding

Jangan Paksa Semua Desa Punya Koperasi

Menurut Amirullah, tidak seluruh desa memiliki kondisi ekonomi maupun kebutuhan yang sama untuk mendirikan koperasi baru.

Karena itu, pembentukan koperasi secara serentak dikhawatirkan hanya mengejar target administratif tanpa mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya bangga dengan banyaknya koperasi yang berdiri.

BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan
Baca Juga · Nasional
BNI Cetak Rekor Rp27,5 Triliun, Kasus Dana Pascatambang Rp112 Miliar Menguji Pengawasan

Keberhasilan Bukan dari Jumlah Koperasi

Amirullah menegaskan ukuran keberhasilan koperasi bukan terletak pada jumlah koperasi yang dibentuk, melainkan pada kualitas pengelolaannya.

Indikator seperti Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang rutin, partisipasi anggota, hingga manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat jauh lebih penting dibanding sekadar pencapaian angka.

"Jangan sampai kita bangga karena sudah terbentuk sekian koperasi, tetapi RAT-nya tidak berjalan, administrasinya bermasalah, dan manfaatnya tidak dirasakan anggota," ujarnya.

Minta Akademisi Dilibatkan

Di akhir keterangannya, Amirullah mendorong pemerintah membuka ruang evaluasi terhadap program KDMP dengan melibatkan kalangan akademisi dan berbagai pihak terkait.

Menurutnya, tanpa evaluasi yang menyeluruh, KDMP dikhawatirkan hanya menjadi simbol keberhasilan pemerintah di atas kertas, sementara fungsi utamanya sebagai lembaga ekonomi yang menyejahterakan anggota justru tidak tercapai.

Tags:
#KDMP#UGM#Amirullah Setya Hardi#Alat Pemerintah
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…