Suarapantura.com - Seorang nasabah mengeluhkan lambatnya proses pencairan dana BNI DPLK Simponi yang hingga hampir dua bulan belum juga selesai. Nasabah mengaku setiap kali meminta penjelasan kepada pihak bank, alasan yang disampaikan selalu berubah.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Rizky, warga Surabaya, Jawa Timur, melalui surat pembaca yang dikirimkan ke Media Konsumen.
Menurut Rizky, dirinya mengajukan pencairan sekaligus penutupan rekening BNI DPLK Simponi di BNI Cabang Diponegoro Surabaya pada 7 Mei 2026.
Saat pengajuan, seluruh dokumen disebut telah diterima dan dinyatakan lengkap oleh petugas cabang.
Namun hingga mendekati dua bulan setelah pengajuan, dana pensiun tersebut belum juga dicairkan.

Alasan Berubah-ubah
Rizky menjelaskan bahwa selama menunggu proses pencairan, dirinya beberapa kali menghubungi pihak BNI untuk meminta perkembangan.
Pada 19 Mei 2026, ia mendapat informasi bahwa berkas masih menunggu persetujuan dari kantor wilayah.
Tiga hari kemudian, tepatnya 22 Mei 2026, penjelasan berubah menjadi masih dalam tahap verifikasi.
Saat kembali menanyakan pada 2 Juni 2026, jawaban yang diterima masih sama, yakni proses verifikasi belum selesai.
Namun pada 5 Juni 2026, pihak bank menyampaikan terdapat kekurangan dokumen berupa Surat Keputusan (SK) pensiun.
Rizky mengaku telah menjelaskan bahwa dirinya tidak pensiun, melainkan mengundurkan diri (resign), serta telah melampirkan surat pengunduran diri beserta surat pengantar dari perusahaan saat pengajuan awal.

Diminta Tambah Dokumen Lagi
Belum selesai sampai di situ, pada 15 Juni 2026, pihak unit DPLK kembali meminta surat dengan format tertentu dari perusahaan tempatnya bekerja.
Padahal, menurut Rizky, surat pengantar perusahaan sudah diserahkan sejak awal dan sebelumnya dinyatakan lengkap oleh kantor cabang.
Kemudian pada 26 Juni 2026, muncul permintaan tambahan berupa formulir perubahan data terkait usia pensiun kolektif.
Karena usia Rizky masih 35 tahun, sementara data sebelumnya menggunakan skema pensiun kolektif usia 46 tahun, ia diminta mengubah status kepesertaan menjadi individu.

Sudah Mengadu ke Customer Service
Merasa prosesnya berlarut-larut, Rizky kemudian menyampaikan pengaduan melalui akun Instagram resmi BNI.
Ia memperoleh nomor laporan 2-00038123258.
Namun hingga 29 Juni 2026, jawaban yang diterima masih sebatas bahwa pengaduan sedang dalam proses pengecekan dengan estimasi penyelesaian maksimal 10 hari kerja.
Pertanyakan Standar Layanan
Rizky mempertanyakan mengapa proses pencairan DPLK Simponi dapat berlangsung sangat lama.
Padahal, menurut informasi yang tercantum pada situs resmi BNI, pencairan dana DPLK seharusnya dapat diselesaikan paling lama dua minggu setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap.
Ia menduga terdapat kendala dalam proses internal unit DPLK yang menyebabkan penyelesaian menjadi berlarut-larut.
Hingga pengaduan tersebut dipublikasikan, Rizky mengaku masih menunggu pencairan dana dan berharap BNI segera memberikan kepastian atas proses yang sedang berjalan.
Sampai berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak BNI terkait keluhan tersebut.